Rapat Koordinasi Capaian IKU 2, Rekognisi SKS MBKM dan BOPTN
Banjarmasin – Dalam rangka meningkatkan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) khususnya IKU 2, Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si., mengundang seluruh Dekan, Kepala Biro Akademik, seluruh koordinator dan Operator Akademik Prodi D3 dan S1 pada agenda Rapat Koordinasi Peningkatan Capaian IKU pada Selasa, (19/12/2023) di Lecture Theatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selain itu, Staf Khusus Rektor Prfo. Suriansyah, Ketua PTIK, Tim PIC MBKM dan PIC IKU 2 juga hadir dalam rapat ini untuk lebih menguatkan koordinasi.
Pertemuan Rapat Koordinasi ini di bagi menjadi 3 agenda yakni pembahasan strategi Peningkatan IKU 2, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Rekognisi SKS Kampus Merdeka, lalu tentang Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) berbasis Perguruan Tinggi. Rektor mengawali rapat dengan memberikan pemaparan terakit hasil capaian IKU 2 ULM sampai dengan Triwulan 4 tahun 2023, di mana disampaikan bahwa ULM baru berhasil merealisasikan sekitar 2,42% dari target 30% untuk dapat meraih minimal pencapaian IKU. Hal ini lah yang mendasari terselenggaranya Rapat Koordinasi ini.
“Dalam rangka peningkatan capaian IKU 2, kita perlu menindaklanjuti berbagai hal strategis untuk memperbaiki kinerja ULM,” ucap Rektor. Beliau melihat IKU 2 merupakan IKU yang tingkat pencapaiannya paling rendah di ULM. Berdasarkan pemaparan Rektor terkait progres dari pencapaian IKU 2 ini, Rektor beraharap bisa memberikan kesadaran pada pimpinan fakultas terutama program studi untuk bisa lebih terbuka untuk menyampaikan hambatan-hambatan yang jadi pemicu rendahnya tingkat pencapaian minimal yang bisa terjadi pada IKU 2. Terlebih dengan adanya perubahan kebijakan dari kementerian yang membuat Perguruan Tinggi juga harus merumuskan strategi baru agar dapat memenuhi target capaian IKU.
Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 mendorong Perguruan Tinggi untuk dapat meningkatkan kualitas Pendidikan Tinggi yang berfokus pada kriteria dengan pembelajaran di luar program studi yang sekurang-kurangnya menghabiskan 20 SKS di luar program studi. Hal ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, seperti magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha, dan juga lewat kegiatan mengajar. Rektor menaruh perhatian khusus pada kegiatan tersebut. “Nanti kita petakan di program studi berapa kita alokasikan ini pada setiap item-item kegiatan ini,” imbuh Rektor.
Rektor menyampaikan bahwa hal tersebut perlu dilakukan agar ULM bisa meningkatkan hasil capaian yang masih sangat jauh dari target yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Maka dari itu, kampus diharuskan memberikan fasilitas lebih kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri. Tidak hanya belajar di kelas mengikuti perkuliahan, namun juga melakukan kegiatan pembelajaran dengan model yang variatif, dan mampu memberi bekal keterampilan yang mumpuni. Rektor juga menyampaikan bahwa hasil capaian sebesar 2,42% pada IKU 2 tersebut didominasi oleh prestasi mahasiswa.
Rektor berharap pencapaian target IKU bisa lebih difokuskan ke berbagai bidang dan tidak hanya prestasi mahasiswa saja, namun juga realisasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui pertemuan ini, Rektor berharap dapat tercipta kesepahaman bersama antara program studi, fakultas dan pihak universitas untuk melakukan rekognisi SKS Kampus Merdeka. “Jadi, bagi masing-masing program studi akan kita bikin target berapa yang wajib ikut untuk MBKM agar mencukupi capaian minimal IKU 2, yakni sebesar 30%,” tambah Rektor.
Berdasarkan evaluasi bersama, diketahui bahwa Rekognisi SKS juga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat capaian IKU 2 di ULM. Hal ini dipaparkan oleh Ketua Satgas Monev Kinerja ULM, bahwa dikarenakan data SKS mahasiswa yang tidak terdata. Sehingga perlunya koordinasi antar Koordinator dan Operator Akademik Prodi, Fakultas dan Rektorat sehingga kejadian serupa tidak terulang. Rektor meyakini hambatan-hambnatan ini dapat dilalui dan dibenahi dengan saling bersinergi dan berkolaborasi.
Agenda ini berlangsung santai namun serius, sekaligus menyisipkan pemberian apresiasi, yakni penyerahan piagam dan uang sejumlah 50 juta rupiah yang diserahkan Rektor ULM secara langsung kepada 4 Program studi terakreditasi Internasional oleh ASIIN. Keempat program studi tersebut yakni Prodi Ilmu Tanah, Agribisnis, Teknologi Industri Pertanian, dan Prodi Kehutanan. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada prodi Ilmu Kedokteran dan prodi Kesehatan Masyarakat atas pencapaian Rekognisi Internasional tahun 2023 berupa piagam dan uang sebesar 35 juta untuk masing-masing prodi.






Previous post
UPA Lingkungan Lahan Basah ULM Jaring Masukan dan Saran Jelang Konferensi Internasional 10th World Water Forum 2024
You may also like

