Kembali Kukuhkan Lima Guru Besar, Rektor Targetkan ULM Punya 150 Profesor
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mengukuhkan sejumlah guru besar pada hari Kamis (5/10/2023). Acara tersebut digelar di Aula Lantai 1 Rektorat ULM Banjarmasin, di mana Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si kembali mengukuhkan 5 guru besar baru ULM. Hal yang unik terdapat pada pengukuhan kali ini, di mana dari 5 profesor yang dikukuhkan, 2 orang di antaranya merupakan pasangan suami istri, yakni Prof. Dr. Sutomo, SSi., M.Si., Apt., dan Prof. Arnida, SSi., M.Si., Apt. Rektor ULM juga mengukuhkan tiga profesor lainnya, yakni Prof Dr Kissinger, S.Hut., MSi., Prof. Abdul Gafur, M.Sc., M.Si., Ph.D., dan Prof. Dewi Anggraini, S.Si., M.App., Sci. Ph.D.
Rektor mengucapkan rasa syukur karena selama dua hari berturut-turut ULM mengukuhkan sejumlah guru besar. Kebetulan pada kali ini ada sepasang suami istri yang dikukuhkan menjadi guru besar di ULM. “Suatu keberkahan yang harus kita syukuri, yaitu ULM dari waktu ke waktu terus menambah jumlah guru besar, saat ini sudah mencapai 114 orang guru besar, sehingga tinggal menunggu 36 lagi ULM bisa mencapai target 150 guru besar,” ungkapnya.
Penambahan guru besar ini terus meningkat, hanya dalam waktu 10 bulan terakhir ULM mampu menambah 43 guru besar yang tersebar di 11 fakultas. “Peningkatan jumlah guru besar sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi di ULM, sehingga dapat ULM semakin maju dan dapat bersaing di level nasional dan dunia,” tuturnya.
Dijelaskan Prof Ahmad, saat ini ULM sudah mempunyai delapan program doktor S3, dan jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah guru besar,”Begitu juga dengan akreditasi internasional, akan kita terus kita lakukan percepatan dan terus kita tambah prodi yang terakreditasi internasional di ULM,” bebernya.
Acara pengukuhan dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh masing-masing guru besar yang dikukuhkan, yaitu Prof Sutomo dengan orasi ilmiah “Tumbuhan Sebagai “Source of medicinal compounds” dalam Menunjang Pengembangan Bahan Baku Obat”. Prof Kissinger, orasi ilmiah “Konservasi Biodiversitas dalam Perspektif Hutan Sebagai Sumber Tumbuhan Obat: Studi Kasus: Shorea balangeran (Korth) Burk dari Hutan Rawa”. Prof Arnida, orasi ilmiah “Afrodisiak dalam Fitoterapi”. Prof Abdul Gafur, orasi ilmiah “Biosistematika dan Nematoda: Potensinya untuk Keunggulan dan Daya Saing”. Prof Dewi Anggraini, orasi ilmiah “Peran Digitalisasi Data Longitudinal Hasil Pemeriksaan Antenatal dan Postnatal dalam Proses Pemantauan Risiko dan Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia”.










