ULM Buka Jalur Khusus Disabilitas dan Tahfiz Al-Qur’an pada Seleksi Mandiri 2026
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan dengan membuka jalur khusus bagi penyandang disabilitas dan penghafal Al-Qur’an (tahfiz) pada Seleksi Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM, Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc menjelaskan bahwa pembukaan jalur khusus ini merupakan bentuk dukungan universitas dalam memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada calon mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus maupun prestasi di bidang keagamaan.
“Jalur khusus ini sebagai komitmen kampus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa berkebutuhan khusus serta mereka yang memiliki prestasi tahfiz Al-Qur’an,” ujarnya.
Meski melalui jalur khusus, seluruh peserta tetap diwajibkan mengikuti Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK) sebagai bagian dari proses seleksi akademik. Khusus bagi peserta penyandang disabilitas, ULM akan menyediakan pendampingan selama pelaksanaan ujian guna memastikan proses seleksi berjalan dengan nyaman dan aksesibel.
Sementara itu, calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur tahfiz Al-Qur’an diwajibkan mengikuti tes kemampuan hafalan Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga harus melampirkan bukti kelulusan atau sertifikat tahfiz yang diterbitkan oleh lembaga resmi serta membuat surat pernyataan kesediaan untuk terus melakukan murojaah atau menjaga hafalan selama menempuh pendidikan di ULM.
Menurut Wakil Rektor Dr. Yusuf Azis, keberadaan mahasiswa tahfiz di lingkungan kampus juga diharapkan dapat memperkuat prestasi ULM pada berbagai ajang kompetisi keagamaan tingkat nasional, khususnya Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Mereka ini disiapkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ungkapnya.
Selain memberikan akses pendidikan yang lebih luas, ULM juga berupaya mendukung keberlanjutan studi mahasiswa penyandang disabilitas melalui berbagai program bantuan pendidikan seperti beasiswa yang diselenggarakan oleh PT Bayan Peduli serta program Beasiswa ADik Disabilitas yang diselenggarakan pemerintah.
Melalui jalur khusus ini, ULM berharap dapat menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, ramah disabilitas, serta mampu mengakomodasi keberagaman potensi dan prestasi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.

