Rektor Tandatangani Kontrak Kinerja Tahun 2026, Perkuat Komitmen Kampus Berdampak bersama Kemendiktisaintek
Jakarta – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., hadir dalam Kegiatan Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Graha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta.
Dalam kegiatan penting Rektor hadir secara langsung bersama ratusan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta serta LLDIKTI di bawah Kemendiktisaintek dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan dan kinerja institusi dengan kebijakan pemerintah pusat. Penandatanganan kontrak kinerja ini menjadi landasan penting bagi perguruan tinggi dalam menjalankan program dan target kinerja yang terukur untuk tahun 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kontrak kinerja merupakan amanah bersama antara pemerintah dan seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk memajukan pendidikan tinggi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Rencana Strategis Kemendiktisaintek 2025, sebagaimana tertuang dalam Permendiktisaintek Nomor 40 Tahun 2025, menjadi komitmen bersama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi.
Prof. Brian juga menekankan bahwa visi Kemendiktisaintek adalah mewujudkan diktisaintek yang inklusif, adaptif, dan berdampak guna mendukung transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Visi tersebut telah diterjemahkan ke dalam misi, tujuan, sasaran, serta Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Penandatanganan kontrak kinerja ini diharapkan menjadi panduan dan referensi bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak searah dan bersinergi.
Lebih lanjut, Menteri menyoroti besarnya potensi perguruan tinggi sebagai kekuatan strategis bangsa. Dengan lebih dari 4.600 perguruan tinggi, 300 ribu dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa aktif, perguruan tinggi dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan, bahkan mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Oleh karena itu, perguruan tinggi didorong untuk melahirkan terobosan, memperkuat riset, mendorong hilirisasi hasil penelitian, serta membangun kolaborasi dengan BUMN dan sektor swasta agar dampaknya semakin nyata bagi masyarakat.
Dalam momen ini, Prof Ahmad menyampaikan bahwa ULM siap untuk bersinergi dengan kementerian dan perguruan tinggi seluruh Indonesia agar dapat mewujudkan visi tersebut dan menjadi kampus yang adaptif, berinovasi, dan mengambil peran aktif dalam agenda nasional Kampus Berdampak.
Melalui penyelarasan kontrak kinerja ini, ULM berkomitmen menjaga mutu akademik, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. Dengan ditandatanganinya Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, ULM optimistis dapat terus meningkatkan kinerja institusional dan berkontribusi dalam melahirkan SDM unggul, riset yang relevan, serta dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.




Previous post
