KKN Berdampak: Gali Potensi Desa, Mahasiswa ULM Dorong Budidaya Ubi Ungu dalam Karung dan Kopi di Desa Puncak Harapan
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 15 September 2025
Banjarbaru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)- Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang ditempatkan di Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Tapin, menjalankan program kerja utama berupa budidaya ubi ungu dalam karung dan pengembangan kopi khas Lokpaikat. Kelompok Mahasiswa yang tergabung dari Program studi Agroekoteknologi ini menyelesaikan kegiatan selama 42 hari di Desa tersebut.
Puji Astuti Nengseh, salah satu anggota kelompok 4 menyebutkan gagasan budidaya ubi ungu dalam karung muncul setelah melihat usaha UMKM Kripik Ibu Jasmiyati yang masih bergantung pada pasokan ubi dari Jawa. Padahal, Desa Puncak Harapan memiliki potensi besar untuk mengembangkan ubi lokal.
“Kami mencoba menanam ubi dengan media karung agar tidak memerlukan lahan luas serta mengurangi potensi gangguan hama, khususnya monyet. Percobaan ini juga kami kombinasikan dengan pemberian kasgot (bekas maggot) sebagai pupuk untuk melihat sejauh mana pengaruhnya terhadap hasil panen,” jelas Puji
Selain ubi, Desa Puncak Harapan juga menyimpan potensi kopi yang belum banyak digarap. Kopi khas Lokpaikat memiliki ciri rasa asam dengan ukuran biji yang cukup besar. Bersama pemerintah desa, mahasiswa KKN turut membangun rumah pembibitan kopi yang bibitnya akan dibagikan ke seluruh masyarakat agar setiap warga dapat menanam dan mengembangkan kopi khas daerah mereka.
Puji mengungkapkan, pengalaman mengikuti KKN di desa ini meninggalkan kesan mendalam. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa, Puji dan kawan-kawan merasa sangat terbantu dan diterima baik dalam pelaksanaan KKN-MBKM ini
“Perasaannya campur aduk, luar biasa. Senang karena desa sangat welcome dengan mahasiswa KKN, tapi juga sedih harus berpisah karena sudah merasa seperti keluarga sendiri. Kami bisa berbagi ilmu sekaligus belajar banyak dari masyarakat,” tuturnya.
Dukungan penuh dirasakan mulai dari kesediaan masyarakat dalam menyediakan lahan untuk penanaman, sementara pemerintah desa memberikan dukungan anggaran.
Melalui program ini, mahasiswa berharap Desa Puncak Harapan dapat mengembangkan produk unggulannya, baik dari ubi maupun kopi, sehingga mampu mendukung perekonomian masyarakat dan memperkuat identitas desa sebagai sentra pertanian dan perkebunan lokal.




Previous post
Mahasiswa ULM Terapkan Sistem Biosiklus di Tapin, Dorong Pertanian Berkelanjutan
Next post
Mahasiswa ULM Kembangkan Kebun Percobaan di Sungai Puting, Dorong Pertanian Berbasis Riset
You may also like
Sekolah Pangan di Angsana Hadirkan Tiga Doktor Universitas Lambung Mangkurat
Kreativitas dan Pesan Lingkungan Warnai Lomba Foto Dies Natalis ULM
