Mahasiswa ULM Hadirkan Inovasi Produk dan Program Unggulan Selama KKN-Tematik di Tanah Bumbu
Tanah Bumbu – Sebanyak 233 mahasiswa dari enam program studi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) di Kabupaten Tanah Bumbu selama Juli–Agustus 2025.
Kegiatan yang tersebar di 20 desa ini resmi ditutup melalui acara Penutupan KKN-Tematik dan Expo Hasil Karya Mahasiswa di Pendopo Bupati Tanah Bumbu pada Kamis (21/8/2025). Expo menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan inovasi dan produk hasil program kerja mereka.
Produk Inovatif dari Potensi Lokal
Berbagai hasil karya mahasiswa ULM lahir dari pemanfaatan potensi desa setempat. Beberapa contoh di antaranya seperti Di Desa Binawara, mahasiswa mengembangkan ekstrak albumin dari ikan gabus dengan inovasi tambahan rempah untuk mengurangi bau amis. Produk ini diyakini bermanfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui, hingga pemulihan pascaoperasi.
Di Desa Sepunggur, mahasiswa mengolah bandeng asap dan nugget bandeng untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan warga. Proses pengasapan dilakukan dengan peralatan sederhana dari drum bekas, sementara olahan nugget menjadi alternatif untuk kampanye gemar makan ikan pada anak-anak.
Sementara itu, mahasiswa di Desa Angsana menggagas program budidaya ikan dalam ember (budikdamber) serta penanaman mangrove dengan tema Satu Pohon Mangrove Hari Ini, Sejuta Kehidupan di Masa Nanti”. Mereka juga membantu mempromosikan wisata pantai dan mangrove Angsana melalui media sosial.
Dari Desa Pandamaran Jaya, inovasi hadir melalui pemanfaatan limbah bungkil sawit sebagai pakan alternatif ikan. Program ini didukung dengan pelatihan pemasaran digital untuk produk olahan perikanan seperti abon, stik, dan nugget ikan bandeng yang sebelumnya hanya dijual di sekitar desa.
Ada juga kelompok mahasiswa yang menginisiasi budidaya ikan nila dengan sistem bioflok di Desa Gunung Besar. Program ini menghasilkan enam kolam bioflok yang siap digunakan untuk pembenihan sampai ikan siap panen. Kelompok ini juga mengenalkan biota laut kepada anak usia sekolah dasar dan turut mensosialisasikan Gemarikan dalam rangka pencegahan stunting.
Inovasi lain yang mencuri perhatian datang dari Desa Sungai Lembu, di mana mahasiswa berhasil mengolah limbah cangkang rajungan menjadi tepung kaya kalsium. Tepung tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai tambahan gizi pada produk olahan seperti nugget, bakso, dan pempek.
Selain itu, ada juga produk inovatif berupa kopi mangrove (bakau) dari kelompok KKN di Desa Pulau Burung, serta atraktor cumi-cumi dan rumah pengering ikan dari kelompok KKN di Desa Juku Eja.Apresiasi Pemerintah Daerah dan Kampus
Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, S.H., M.H., secara resmi menutup kegiatan KKN-Tematik FPIK ULM dan memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada ULM, khususnya FPIK, karena telah memilih Tanah Bumbu sebagai lokasi KKN,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si., yang hadir dalam acara ini juga menegaskan bahwa KKN-Tematik merupakan terobosan dalam kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.
“Tidak semua fakultas bisa melaksanakan KKN tematik seperti ini. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh PIC KKN Berdampak sekaligus Wakil Dekan III FPIK ULM, Dr. Hj. Indira Fitriliyani, S.Pi., M.Si. Ia menegaskan bahwa penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya kontribusi ULM.
“Secara rutin kami akan mengagendakan pertemuan dengan kepala desa agar sinergi tetap terjalin dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kontribusi Nyata Mahasiswa untuk Masyarakat
Melalui KKN-Tematik ini, mahasiswa ULM tidak hanya mengedukasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan produk inovatif, teknologi tepat guna, serta strategi pemasaran digital yang diharapkan berlanjut sebagai solusi nyata di tingkat desa.
Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, KKN-Tematik FPIK ULM di Tanah Bumbu menjadi bukti peran kampus dalam mendorong pengembangan potensi lokal sekaligus mendukung program nasional seperti pencegahan stunting, pengelolaan lingkungan, dan penguatan ekonomi desa.





Previous post
KHDTK ULM Terima Kunjungan Akademisi NTU Singapura, Perkuat Jejak Internasional
Next post

