ULM Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif, Mahasiswa Difabel Gratis Kuliah hingga Lulus
BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sejak 2017 konsisten membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa difabel. Hingga 2025, tercatat 90 mahasiswa difabel tengah menempuh pendidikan di berbagai program studi ULM, membaur dengan ribuan mahasiswa lainnya.
Komitmen ini juga diwujudkan melalui pembebasan biaya kuliah bagi seluruh mahasiswa difabel sejak awal masuk hingga lulus. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhammad Rusmin Nuryadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
“Mahasiswa difabel di ULM mendapatkan beasiswa dari Kementerian sejak masuk hingga lulus. Kami ingin mereka memperoleh kesempatan yang sama, bebas memilih jurusan yang mereka minati, kecuali beberapa program studi yang memiliki keterbatasan teknis seperti kedokteran,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Pendidikan inklusif di ULM juga dilengkapi dengan pendampingan khusus. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berperan sebagai volunteer yang membantu mobilitas, komunikasi, dan adaptasi lingkungan bagi mahasiswa difabel.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Inklusif dan Layanan Disabilitas (P3ILD) ULM, Utomo, menuturkan bahwa semua mahasiswa difabel memiliki hak pendidikan yang setara, baik yang memiliki hambatan penglihatan, pendengaran, bicara, fisik, maupun autisme. Seleksi penerimaan dilakukan melalui jalur reguler, seperti SNBP, SNBT, dan mandiri, tanpa pengkategorian khusus.
Dukungan pembiayaan awalnya berasal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sejak 2017 hingga 2024. Sejak 2024, ULM memperkuat dukungan ini melalui kerja sama dengan PT Bayan Resources Tbk (BAYAN). Program beasiswa BAYAN menyediakan bantuan bagi 20 mahasiswa difabel per tahun dan akan berjalan hingga 2027.
“Kerja sama ini mencakup empat kali penerimaan dan berlangsung hingga mahasiswa penerima lulus. Kami berharap kemitraan ini dapat berlanjut agar akses pendidikan inklusif di ULM semakin kuat,” jelas Utomo.
Kehadiran program ini membawa dampak positif bagi mahasiswa, salah satunya Nur Cinta, mahasiswi jurusan Pendidikan Khusus. Ia mengaku bangga bisa menempuh kuliah di ULM dan bercita-cita menjadi guru. Sementara Samiyah Mardhatillah menyampaikan rasa syukur karena mendapat kesempatan kuliah gratis dan dukungan penuh dari orang tua.
Dengan kebijakan inklusif ini, ULM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengedepankan kualitas pendidikan, tetapi juga kesetaraan hak bagi semua warga negara untuk meraih pendidikan tinggi tanpa hambatan.



Previous post
Hari Kedua PKKMB 2025 ULM: Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Kebangsaan, Anti-Narkoba, dan Inspirasi Prestasi
Next post
