KKN Berdampak: Mahasiswa ULM Ajari Warga Pesisir Ubah Limbah Cangkang Rajungan Jadi Nugget Bergizi
PAGATAN, Tanah Bumbu – Mahasiswa FPIK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sungai Lembu, Kecamatan Kusan Hilir, menginisiasi program kreatif pemanfaatan limbah perikanan. Cangkang rajungan yang selama ini dibuang begitu saja, diolah menjadi tepung kalsium sebagai bahan tambahan nugget ikan yang kaya gizi.
Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sungai Lembu pada Kamis, (31/7/2025), diikuti puluhan warga yang antusias menyaksikan hingga mempraktikkan langsung proses pembuatannya. Hadir pula Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu H. Akhmad Rozain, Camat Kusan Hilir Amirullah, Kepala Desa Sungai Lembu Rusniansyah, para penyuluh perikanan, serta tokoh masyarakat.
Menurut Aditya, anggota KKN Kelompok 13, ide ini berawal dari hasil observasi potensi desa dan diskusi dengan penyuluh perikanan.
“Limbah cangkang rajungan di sini melimpah, tapi belum dimanfaatkan. Kami ingin memberikan nilai tambah dengan prinsip zero waste. Selain mengurangi sampah, tepung cangkang bisa menjadi sumber kalsium yang bermanfaat bagi tubuh,” ujarnya.
Proses pembuatan tepung dimulai dari pengumpulan cangkang dari pengepul, pembersihan, perebusan dengan panci presto, penjemuran, hingga penggilingan menjadi bubuk halus. Tepung ini kemudian dicampurkan ke adonan nugget berbahan ikan kembung, bersama terigu, telur, dan bumbu halus. Mahasiswa juga mengenalkan metode uji organoleptik—penilaian rasa, warna, dan tekstur—untuk memastikan produk diterima lidah masyarakat.
Kepala Desa Sungai Lembu, Rusniansyah, mengapresiasi gagasan mahasiswa ULM. “Selama ini cangkang rajungan dibuang. Kalau diolah seperti ini, bisa jadi makanan bergizi sekaligus membuka peluang usaha. Harapannya, ini bisa dikembangkan untuk mendukung penanganan stunting,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu, H. Akhmad Rozain, menilai inisiatif mahasiswa sejalan dengan pembangunan perikanan berkelanjutan. “Inovasi ini dapat menjadi solusi limbah perikanan yang menumpuk di sentra produksi, sekaligus menambah penghasilan warga,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi mencicipi nugget hasil olahan. Warga menyambut positif rasa dan tekstur produk, bahkan beberapa ibu rumah tangga menyatakan tertarik untuk membuatnya di rumah. Mahasiswa berharap inovasi ini menjadi langkah awal lahirnya kesadaran baru bahwa limbah perikanan dapat diolah menjadi produk pangan sehat yang bernilai ekonomi.

