ULM Latih Guru dan Orang Tua di Banjarbaru untuk Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus
Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui tim dosen Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar pelatihan intervensi dini bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) usia dini, bertempat di PAUD Teratai Putih, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Kamis (31/7/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Imam Yuwono bersama anggota tim Dr. Hj. Rasuna, Etna Anjani Trunoyudho, serta melibatkan tiga mahasiswa ULM: Aprilia, Nor Rahmawati, dan Shobah.
Ketua tim sekaligus pemateri utama, Etna Anjani Trunoyudho, menjelaskan bahwa intervensi sejak dini menjadi kunci dalam membantu ABK berkembang optimal.
“Semakin cepat anak mendapatkan intervensi yang tepat, semakin besar peluang mereka beradaptasi di sekolah maupun di lingkungan sosial. Karena itu, kerja sama antara orang tua, guru, dan terapis sangatlah penting,” ujarnya.
Pelatihan dimulai dengan penyampaian materi terkait pengenalan karakteristik anak, hambatan tumbuh kembang, serta strategi intervensi sederhana yang dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini mengedepankan metode pembelajaran berbasis pengalaman nyata—misalnya membantu menata meja makan, menyiram tanaman, atau meronce mainan edukatif—serta pemanfaatan media sederhana seperti adonan tepung berwarna, bawang merah, bawang putih, dan botol plastik bekas untuk melatih motorik, konsentrasi, dan kreativitas anak.
Peserta pelatihan, yang terdiri dari guru dan orang tua, juga mengikuti simulasi praktik langsung. Dalam sesi ini, mereka berlatih memberikan stimulasi yang menyenangkan dan menggunakan media yang tersedia di rumah. Tujuannya agar intervensi yang dilakukan bersifat konsisten dan berkesinambungan antara rumah dan sekolah.
Kepala PAUD Teratai Putih Banjarbaru, Santri Indriani, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi ULM.
“Program ini sangat bermanfaat, memberikan solusi nyata bagi guru dan orang tua dalam mendampingi anak-anak istimewa di lembaga kami,” katanya.
Salah satu orang tua peserta juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin untuk membantu mengejar ketertinggalan tumbuh kembang anak.
Etna menegaskan, pelatihan ini merupakan wujud komitmen ULM dalam mendukung pendidikan inklusif di Kalimantan Selatan.
“Dengan membekali guru dan orang tua, kami berharap ABK mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan beradaptasi di lingkungan sosial maupun sekolah,” pungkasnya.

