Lima Proposal Usaha Mahasiswa ULM Lolos Program P2MW Tahun 2025
Ditbelmawa Kemendiktisaintek telah mengeluarkan pengumuman penerima bantuan program pembinaan mahasiswa wirausaha (P2MW) Tahun 2025 pada awal Juli lalu.
Lima proposal usaha dari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat yang lolos sebagai penerima bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2025:
- Nama usaha: “Bis Pupuk Tablet Dari Fermentasi Limbah Pasar Dan Sisa Hasil Pertanian” – kategori Budidaya tahap awal, diketuai oleh Muhammad Amsari (2210513210004)
- Nama usaha: “BANJARESE: Inovasi Spray Anti Nyamuk Alami Berbasis Serai dari Kalimantan Selatan” – kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan tahap Awal, diketuai oleh Kartika Sari Dewi (2410912220010)
- Nama usaha: “SI CANTIC: Handmade with Canvas Plastic” – kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya tahap Bertumbuh, diketuai oleh Siti Iqlamiyah (2310912120004)
- Nama usaha: “HYPERFIT: Jasa Kelas Kebugaran Digital Training Course Consultant Fitness” – kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan tahap Bertumbuh, diketuai oleh Muhammad Roid Abror (2310122110010)
- Nama usaha: “Hellos Healthy Local Snack” – kategori Makanan dan Minuman kategori Bertumbuh, diketuai oleh Yasmin Nabila Al-Mumtazah (2310912220010)
P2MW tahun 2025 mengambil tema “Mahasiswa Indonesia Berkarakter, Berprestasi, Menginspirasi”. Program ini bertujuan untuk mendorong kemampuan wirausaha di kalangan mahasiswa dengan cara pemberian insentif berwirausaha serta sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.
Mengutip dari Kemdiktisaintek, P2MW merupakan program yang mendukung kegiatan berwirausaha bagi mahasiswa yang telah memiliki prototipe produk atau sedang menjalankan bisnis. Selaras dengan fokus program Pemerintah, pada tahun 2025 P2MW menitikberatkan pada penerapan inovasi dalam bisnis dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan sebagai orientasi utama.
Tahun ini, terdapat 6 kategori usaha yang bisa dipilih oleh peserta, di antaranya: kategori makanan dan minuman; kategori budidaya; kategori industri kreatif, seni, dan budaya; kategori jasa, pariwisata, dan perdagangan; kategori manufaktur dan teknologi terapan; dan kategori bisnis digital.
Dari program ini, masing-masing usaha diminta untuk memiliki luaran, antara lain:
- Produk atau jasa inovatif yang telah teruji di pasar dan siap diproduksi secara massal;
- Akun media sosial yang menggambarkan aktivitas usaha, pemasaran, dan lain-lain;
- Legalitas usaha, minimal memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pelaksanaan program ini dijadwalkan dari Juli hingga November dengan puncak pelaksanaan berupa KMI Expo yang direncakanan terlaksana di minggu ketiga bulan November.

