Kolaborasi Lintas Profesi, Mahasiswa ULM Laksanakan IPC 2025 di RSGM Gusti Hasan Aman
Banjarmasin, 21 April 2025 – Sebanyak 106 mahasiswa program profesi dari Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi (PSPPDGPP) dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter (PSPPDPP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengikuti kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) Tahap Profesi Tahun ke-2 yang berlangsung pada 21–26 April 2025 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman (RSGM GHA).
Kegiatan IPC ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM bersama Komite Koordinasi Pendidikan (KOMKORDIK) RSGM GHA, dan didesain untuk memperkuat kompetensi mahasiswa profesi dalam bekerja secara tim lintas disiplin keilmuan.
Dalam sambutan pembukaan, Suparni Puji Lestari, Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan RSGM GHA, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab rumah sakit pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan kolaboratif.
“Ini salah satu program wajib dan bentuk nyata kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan utama. Melalui IPC, para peserta dapat mengasah kemampuan bekerja sama dalam menangani kasus secara menyeluruh dan tepat sasaran,” ujar Suparni.
Menurut Dr. Debby Saputera, drg., Sp.Pros., selaku Kaprodi PSPPDGPP, pentingnya IPC terletak pada kenyataan bahwa setiap tenaga kesehatan membawa keahlian, pengalaman, dan pendekatan yang berbeda dalam menangani pasien.
“Semua tenaga kesehatan memiliki tujuan yang sama, yakni keselamatan pasien. IPC membantu mengurangi kesalahan dan meningkatkan mutu pelayanan. Kini pendekatan pelayanan sudah bergeser dari provider-centered care menjadi patient-centered care, di mana pasien menjadi pusat dari seluruh proses pelayanan,” jelasnya.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta didampingi oleh preseptor akademik dan klinis dari FKG ULM, FKIK ULM, RSUD Ulin, dan RSGM GHA. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti:
- Bed Side Teaching;
- Diskusi Kasus;
- Presentasi Bersama Pakar;
- dan Home Visit.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempertajam keterampilan klinis tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan bersama dalam tim.
Dr. Debby menyampaikan bahwa tujuan utama dari IPC adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, keselamatan pasien, dan hasil perawatan yang lebih baik. Selain itu, IPC memberikan manfaat nyata dalam bentuk efisiensi kerja tim, pengurangan kesalahan medis, serta peningkatan kepuasan baik di kalangan pasien maupun tenaga kesehatan.
“Dalam pelaksanaan IPC diperlukan keterlibatan seluruh profesi untuk memperoleh kesepakatan bersama dalam penyelesaian masalah kesehatan (pasien) yang kompleks, hal ini bisa berupa upaya promotif maupun preventif, dan tidak mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif,” jelas Dr. Debby.
Dengan pendekatan tersebut, institusi kesehatan diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih komprehensif, manusiawi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Ke depannya, pelaksanaan IPC diharapkan menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan di sektor kesehatan untuk terus didorong melalui penyusunan kebijakan strategis dan peningkatan kapasitas tenaga medis di berbagai lini pelayanan.






