Gastin Gabriel Jangkang Mahasiswa Angkatan Pandemi Covid-19 dengan Segudang Prestasi
Menjadi dokter adalah cita-cita saya sejak kecil, bukan tanpa alasan atau hanya sekedar ikut-ikutan seperti cita-cita anak kecil pada umumnya. Sampai usia 12 Tahun, rumah sakit begitu familiar bagi saya karena sakit asma yang saya derita. Melihat sosok dokter yang mengobati pasien-pasien di rumah sakit menjadikan inspirasi bagi saya, jika saya besar nanti saya ingin menjadi dokter yang mampu menolong dan mengobati banyak orang. Cita-cita ini terus saya pupuk dengan tekun belajar sejak sekolah dasar dan terus berusaha untuk memiliki nilai akademik yang baik sampai jenjang SMA.
Tahun 2020 adalah tahun penuh tantangan sekaligus perjuangan bagi saya sekeluarga. Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, ayah saya terpaksa berhenti bekerja sebagai karyawan swasta karena kondisi kesehatan yang memburuk, ibu saya adalah ibu rumah tangga, sedangkan saya baru saja diterima sebagai mahasiswa baru jurusan kedokteran di fakultas kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Sebagai anak sulung, saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya terutama dalam hal biaya kuliah. Saya berusaha mengajukan diri sebagai penerima beberapa beasiswa namun berujung kegagalan. Saya merenung dan memikirkan bagaimana kelanjutan pendidikan saya dan adik saya yang masih duduk di bangku SMA, tidaklah mungkin terus mengharapkan uang tabungan yang diperoleh saat ayah masih bekerja. Di dilema tersebut, saya seperti mendapatkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa untuk keluar dari kesulitan ini, bahwa saya memiliki modal dan kekuatan dalam diri saya, yaitu prestasi yang selama ini saya peroleh. Saya kemudian mulai mengikuti berbagai kompetisi seperti menulis essai lomba opini sungai nasional dan lomba debat bahasa inggris sejak saya menjadi mahasiswa baru. Setiap kali saya berhasil menjadi juara dan mendapatkan hadiah, sebagian besar saya gunakan untuk membayar UKT dan keperluan sehari-hari keluarga. Selain kuliah, saya mengembangkan diri dengan mengikuti organisasi kampus, disela-sela waktu lainnya saya mengajar les matematika, membantu usaha UMKM dan relawan dalam berbagai kegiatan. Begitulah hari-hari saya lewati, jika banyak orang menjadikan prestasi atau capaian unggulan sebagai sebuah pilihan, tetapi bagi saya prestasi merupakan sebuah keharusan dan jalan untuk saya bertahan mencapai cita-cita.
Tiga tahun berlalu, setidaknya 91 prestasi saya torehkan dalam berbagai capaian baik akademik dan non akademik dari lingkup prodi hingga internasional, salah satu yang sangat berkesan adalah ketika saya menjadi mahasiswa berprestasi terbaik 1 ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia karena membuka kesempatan saya untuk berkolaborasi seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia.
Dengan capaian yang telah saya raih dan perjuangan yang sudah saya lewati, saya ingin memotivasi lebih banyak orang. Kekurangan bukanlah penghalang melainkan tantangan yang dapat dilewati dengan ketekunan. Berbekal jaringan ISMKI, saya bersama mahasiswa kedokteran di 17 univeritas di Indonesia menginisasi acara Medical Expo sebagai bagian dari Medical Education and Profession (MEP) secara online untuk siswa-siswi SMA yang ingin menempuh pendidikan di fakultas kedokteran, melalui expo ini kami berbagi tips menghadapi tes sebagai calon mahasiswa kedokteran sampai dengan memperkenalkan situasi akademis dalam perkuliahan kedokteran. Selain itu, kami memproduksi berbagai konten informasi kajian seputar kesehatan dan kedokteran di media sosial instagram sebagai upaya edukasi kesehataan masyarakat. Di bidang perlombaan, kami melakukan audiensi dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) untuk inisiasi Regional Medical Olympiad berskala nasional ketika pandemi.
Pengalaman berharga juga saya dapatkan saat saya bergabung dengan organisasi debat internasional yaitu Debate Society by University of London (DSUL) dan dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Melalui organisasi ini saya berkolaborasi dengan pendebat dari seluruh dunia. Â Saat itu saya terpilih untuk mengikuti kompetisi debat internasional, yaitu Africa Intervarsity dan Uhuru World Debating Championship. Menjadi bagian dari DSUL adalah sebuah kebanggaan yang menjadikan saya ingin lebih banyak berbagi inspirasi, motivasi, ilmu dan semangat debat kepada anak muda di Indonesia agar mereka juga memiliki kesempatan yang sama bahkan lebih baik dari saya. saya memperkenalkan DSUL dan debat di Indonesia dengan mengajar debat kepada 90 siswa SMA dan menjadi juri inti dalam dua kompetisi debat nasional salah satunya Indonesia public Health olympiad. Saya juga tetap mengikuti berbagai lomba debat dan berhasil memenangkan tiga kompetisi debat, mewakili universitas saya dalam National University Debating Championship (NUDC) 2 tahun berturut-turut yang diselenggarakan oleh Puspresnas.
Dengan pencapaian dalam berbagai lomba, Saya juga merasa penting untuk mengasah kemampuan literasi kebahasaan sebagai kunci komunikasi dan bekal saya sebagai calon dokter masa depan nantinya. Oleh karena itu, saya bergabung dengan Bastra.id, sebuah organisasi yang dipimpin oleh pemuda yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia dan sastra anak muda di Indonesia. Sebagai manajer kurikulum dari NGO tersebut, tugas saya meliputi merencanakan kurikulum program sehingga kami dapat mencapai lebih banyak anak muda dengan program-program literasi bahasa yang bermanfaat. Dengan semangat untuk menginspirasi, saya menjadi bagian duta bahasa provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai duta bahasa, saya memiliki kesempatan untuk memiliki jaringan yang lebih luas dengan pemerintah, terutama Balai Bahasa dan masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Salah satu program yang saya laksanakan adalah mengajar anak-anak SD di daerah pedalaman Kalimantan mengenai sejarah kota Banjarmasin menggunakan bahasa Banjar sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah.
Sebagai bentuk kontribusi saya bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, saya juga membagikan pengalaman, ilmu dan kreativitas saya dalam bentuk buku dan jurnal. Saya berkesempatan menulis jurnal internasional yang mengkaji tentang riset bagaimana debat dapat meningkatkan berpikir kritis mahasiswa kedokteran sebagai bentuk pembelajaran. Saya juga menulis dua buku ber-ISBN yang berisi tips dan trik debat dan anatomi tingkat dasar sebagai panduan ilmu bagi mahasiswa. Harapan saya, jika belum mampu membagikan ilmu dengan langsung bertatap mata, setidaknya buku dan jurnal saya dapat menggapai banyak pembaca.
Di bidang riset ilmiah, saya dan tim berhasil menjadi juara favorit pekan ilmiah nasional ke-34 melalui gagasan rumah sakit bawah tanah. Saya dan tim juga mengembangkan inovasi produk sabun mandi tanpa bilas berbahan lidah buaya serta kemangi dan berhasil mendapatkan pendanaan untuk mengimplementasikan ide tersebut di Bogor pada acara Technology for Indonesia. Kemudian, produk inovatif tersebut berhasil membawa saya sebagai pemenang dalam Indonesia Medical Innovation and Research Award in Health. Saya juga mematenkan produk ini di tingkat nasional sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kebermanfaatan masyarakat Indonesia. Di lain sisi, saya mengikuti berbagai lomba poster nasional dan internasional terkait riset sebagai bentuk pencerdasan masyarakat.
Kembali ke cita-cita saya, ingin menjadi dokter bermanfaat bagi orang banyak, Saya berusaha untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian pada masyarakat diantaranya Aliansi Mahasiswa Kedokteran Peduli Rumah Ibadah selama masa pandemi Covid-19. Saya juga ikut ambil bagian dalam edukasi masyarakat desa mengenai stunting dan bagaimana cara mengatasinya dengan produk olahan lokal. Di samping itu, saya menjadi pelatih debat, narasumber dalam berbagai kegiatan riset dan bahasa Inggris, serta menjadi asisten dosen anatomi di prodi saya yang membawa saya dan tim endapatkan juara 1 olimpiade anatomi tingkat nasional AMYGDALA.
Pada tahun 2023, Semua pencapaian dan prestasi ini juga mengantarkan saya meraih beasiswa Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) di Universiti Malaya, Malaysia dan menjadi mahasiswa program studi kedokteran program sarjana pertama di universitas saya yang mendapat beasiswa IISMA untuk dapat belajar di lingkungan akademik internasional.
Juara harapan 1 mahasiswa berprestasi tingkat nasional jenjang sarjana tahun 2023 adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi saya. Namun, saya tidak ingin berhenti sampai di sini. Saya ingin terus bersemangat dan menginspirasi lebih banyak anak muda di luar sana sebagai bentuk usaha saya meraih cita-cita menjadi dokter inspiratif dan transformatif di bidang kurikulum pendidikan dokter. Saya memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri untuk mengkaji pengembangan ilmu kedokteran dalam lingkup struktural. Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa dengan semangat, dedikasi, dan kerja keras, kita dapat mengubah sebuah kelemahan menjadi kekuatan untuk mencapai hal-hal luar biasa dan berkontibusi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kita.
Kegagalan terjadi hanya ketika kita menyerah maka teruslah berusaha, jangan menyerah dan libatkan Tuhan di dalamnya. Ambilah kesempatan guna meraih keberhasilan di masa depan adalah motto hidup saya. Saya gastin gabriel jangkang dari Universitas Lambung Mangkurat untuk Pemilihan mahasiswa beprestasi nasional.
Sumber :
Gastin Gabriel Jangkang
(NIM 2010911110031)
Prodi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran ULM
Gastin Gabriel Jangkang

