Mahasiswa Agribisnis ULM Dampingi UMKM Kerupuk Ikan di Hulu Sungai Utara Menuju Digitalisasi dan Legalitas Usaha
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 18 August 2026
Amuntai, Hulu Sungai Utara. Kelompok 09 mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menjalankan program Magang Regoknisi MBKM selama 35 hari kerja efektif di UMKM Kerupuk Ikan “Irfan”, Desa Kota Raden Hulu, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kelompok yang beranggotakan Zaifan Huaidi, Rahmah, Nada Salsabila, dan Anita ini merupakan salah satu dari puluhan kelompok mahasiswa ULM yang disebar ke desa dan UMKM mitra se-kabupaten dalam program magang berdampak tahun ini.
Berbeda dari magang di perusahaan besar, penempatan di UMKM memberi mahasiswa akses langsung ke seluruh fungsi manajemen usaha, mulai dari produksi, pemasaran, hingga keuangan. Program ini diawali dengan pelepasan resmi oleh Fakultas Pertanian ULM serta penyambutan oleh Bupati Hulu Sungai Utara.
Kini, tepat di pertengahan masa penempatan, Kelompok 09 telah menyelesaikan sejumlah tahapan penting: profiling usaha, audit tata kelola, analisis sumber daya manusia, hingga pendampingan produksi kerupuk ikan pipih dan kerupuk itik. Capaian lain meliputi standardisasi logo halal sesuai ketentuan BPJPH, pendaftaran Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) melalui perancangan ulang label kemasan, serta penyusunan draf Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi bersama pengelola usaha.
“Kami sama-sama belajar dengan adik-adik mahasiswa ini. Mereka semangat, dan itu jadi motivasi buat saya juga untuk terus berkembang, apalagi soal digital-digital begini,” ujar Irfan Mahdi, pemilik UMKM Kerupuk “Irfan”.
Memasuki pertengahan masa magang, tim mahasiswa membantu memperluas jangkauan pasar melalui konten promosi di media sosial, siaran langsung di TikTok, verifikasi akun Shopee, hingga penerapan QRIS sebagai pembayaran digital, sekaligus merespons kebutuhan UMKM beradaptasi dengan tren transaksi digital.
“Pengalaman magang di sini jauh berbeda dari kuliah di kelas. Kami benar-benar ikut produksi, menjaga toko, sampai mengurus legalitas. Ini baru separuh jalan, tetapi kami sudah belajar banyak,” ujar Zaifan Huaidi, Ketua Kelompok 09 Magang Rekognisi MBKM Faperta ULM.
Dalam beberapa pekan ke depan, mahasiswa akan memasuki tahapan berikutnya, yaitu audit dan pencatatan arus kas, analisis kelayakan usaha melalui Break Even Point (BEP), R/C Ratio, dan Return on Investment (ROI), pemetaan akses permodalan, hingga perancangan intervensi nyata bagi pengembangan usaha, sebelum menyusun laporan akhir dan presentasi hasil kerja kepada UMKM mitra.
Program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan MBKM Rekognisi Feperta ULM yang menjadikan UMKM sebagai laboratorium pembelajaran nyata, sekaligus mendorong model pentahelix yang menyatukan peran pemerintah, perguruan tinggi, industri, UMKM, dan masyarakat dalam ekosistem pengembangan usaha di Kalimantan Selatan. Seluruh capaian pembelajaran mahasiswa akan direkognisi ke dalam kurikulum Program Studi Agribisnis ULM, sehingga masa studi tetap efisien tanpa mengurangi capaian pembelajaran.
By Zaifan Huaidi
Ketua Kelompok 09 KKN Faperta
You may also like
Mindset Kuat, Karakter Hebat: ULM Bekali Mahasiswa Penerima KIP Kuliah
16 September, 2026






