Mahasiswa ULM Perkuat Gerakan Alam Desa Aranio
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Program Bina Desa ULM Berdampak sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui keterlibatan langsung mahasiswa. Program ini dilaksanakan di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Sabtu hingga Senin, 3–5 Januari 2026. Kegiatan tersebut menyasar masyarakat usia produktif dengan tujuan meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar secara inovatif dan berkelanjutan.
Program Bina Desa ULM Berdampak dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan pengabdian jangka pendek, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat desa agar mampu mengelola potensi lokal secara mandiri. Dalam konteks inilah, Desa Aranio dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program, mengingat ketersediaan sumber daya alam yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.
Kegiatan ini mengusung tema EcoSquad: Gerakan Inovasi dan Edukasi Lingkungan Berbasis Bahan Alami. Tema tersebut menegaskan pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam satu rangkaian kegiatan. EcoSquad diposisikan sebagai gerakan edukatif yang mendorong masyarakat untuk mengenali potensi lingkungan sekitarnya, sekaligus mengolahnya menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ULM berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat secara aktif. Pendampingan ini dilakukan tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik langsung yang melibatkan partisipasi warga. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami konsep yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tim EcoSquad terdiri dari mahasiswa lintas program studi, antara lain Kesehatan Masyarakat, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, dan Ilmu Tanah. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan kegiatan yang bersifat komprehensif. Setiap bidang keilmuan berkontribusi sesuai dengan kompetensinya, mulai dari aspek kesehatan lingkungan, proses pengolahan bahan alami, hingga pemahaman karakteristik tanah dan sumber daya alam setempat.
Keberagaman latar belakang akademik tersebut memungkinkan tim EcoSquad merancang kegiatan yang tidak parsial. Edukasi mengenai potensi bahan alami, teknik pengolahan, hingga peluang pengembangan produk bernilai ekonomi disusun secara terintegrasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada satu aspek tertentu, tetapi memperoleh gambaran utuh mengenai hubungan antara lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.
Sebagai bagian dari Program Bina Desa ULM Berdampak, seluruh rangkaian kegiatan EcoSquad disusun secara terstruktur dan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Setiap hari memiliki fokus kegiatan yang saling berkesinambungan, sehingga proses pembelajaran masyarakat berlangsung secara bertahap dan sistematis.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada edukasi pengelolaan limbah rumah tangga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak limbah domestik terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Edukasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa persoalan sampah bukan semata urusan kebersihan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik melalui pemanfaatan limbah rumah tangga. Melalui praktik ini, masyarakat diajak melihat secara langsung bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini tidak hanya mendorong pengurangan volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan pupuk organik untuk kebutuhan pertanian dan pekarangan warga.
Hari kedua kegiatan diisi dengan edukasi mengenai dampak limbah cair serta bahaya penggunaan bahan kimia terhadap lingkungan. Materi ini relevan dengan kondisi sehari-hari masyarakat yang kerap menggunakan berbagai produk berbahan kimia tanpa memahami dampak jangka panjangnya. Melalui penjelasan yang aplikatif, masyarakat diajak memahami pentingnya memilih dan mengelola bahan yang lebih aman bagi lingkungan.
Sebagai tindak lanjut dari materi tersebut, peserta mengikuti praktik pembuatan sabun berbasis ekstrak daun pandan. Praktik ini diperkenalkan sebagai alternatif produk ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa. Selain sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, pembuatan sabun berbahan alami ini juga memberikan gambaran awal mengenai potensi pengembangan produk rumah tangga yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Sementara itu, pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada praktik pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar serai. Kegiatan ini diarahkan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan ekonomi kreatif yang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Pemanfaatan serai sebagai bahan utama menunjukkan bahwa tanaman lokal dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah, tanpa harus bergantung pada bahan sintetis.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut disusun dengan tujuan membangun keterampilan masyarakat secara bertahap. Mulai dari pengelolaan limbah, pemahaman dampak bahan kimia, hingga pengembangan produk berbasis bahan alami, EcoSquad berupaya menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Pemilihan Desa Aranio sebagai lokasi pelaksanaan program didasarkan pada potensi sumber daya alam yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang pengembangan yang besar, terutama melalui program pemberdayaan yang mampu menjawab kebutuhan lokal. EcoSquad hadir sebagai upaya untuk mengisi ruang tersebut dengan pendekatan yang edukatif dan aplikatif.
Melalui Program Bina Desa ULM Berdampak, mahasiswa ULM menunjukkan peran aktif dalam mendukung pembangunan desa. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga wujud kontribusi nyata terhadap masyarakat. Pendekatan berbasis bahan alami dan ramah lingkungan yang diusung EcoSquad diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi terbangunnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Aranio.
Pada akhirnya, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lingkungan secara bijak. Dengan penguatan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, masyarakat Desa Aranio diharapkan mampu melanjutkan dan mengembangkan inisiatif serupa secara mandiri demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi di masa mendatang.
Oleh: Ahsanul Karim
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat
Diterbitkan di Radar Banjarmasin, 15 Januari 2026

