SEA Teacher Exchange 2025 Resmi Ditutup, FKIP ULM Tegaskan Keberlanjutan Program
Banjarmasin – Unit Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan Closing Ceremony atau acara penutupan The South East Asian (SEA) Teacher Exchange Program Tahun 2025 pada Jumat, 14 November. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hasan Bondan FKIP ULM mulai pukul 09.00 WITA.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki, dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Deasy Arisanty; Kepala Bagian Umum, Isnawati; Ketua Unit MBKM, Raisa Fadilla; Ketua Unit Penjamin Mutu (UPM), Ananda Setiawan; Kepala Sekolah SMAN Banua, Risa Lisdariani; perwakilan tim akademik Global Islamic Boarding School (GIBS), Niko Rahmad Aprilyanto; para ketua jurusan dan ketua bidang layanan di lingkungan FKIP ULM; serta mahasiswa peserta program SEA Teacher, baik mahasiswa asal Filipina maupun mahasiswa FKIP ULM yang telah menyelesaikan program dan kembali ke tanah air.
Dalam sambutannya, Sunarno Basuki menegaskan komitmen FKIP ULM untuk menjaga keberlanjutan program SEA Teacher pada tahun-tahun mendatang. Ia menyampaikan harapan agar FKIP ULM dapat mengirim lebih banyak mahasiswa meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah penerapan skema berbagi pendanaan antara pihak kampus dan orang tua mahasiswa. Menurutnya, skema serupa telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi lain dan memungkinkan pengiriman mahasiswa ke luar negeri dalam jumlah yang lebih besar. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan skema tersebut tentu memerlukan dukungan dan persetujuan dari seluruh pihak terkait.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FKIP ULM juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah mitra, yakni SMAN Banua dan SMA GIBS, yang telah bersedia menerima mahasiswa peserta program SEA Teacher dari Filipina serta memberikan pendampingan selama pelaksanaan praktik mengajar di sekolah.
Rangkaian acara penutupan turut diisi dengan penampilan budaya dari empat mahasiswa peserta SEA Teacher asal Filipina yang ditempatkan di FKIP ULM. Maynard A. Agraan dan Matt Andrew J. Ancheta dari Mariano Marcos State University, serta IC Jasmine Monica M. Gaco dan Praisey Ella G. Gabion dari University of the Immaculate Conception, mempresentasikan budaya daerah asal mereka dan menampilkan tarian tradisional dari wilayah Davao dan Ilocos Norte.
Sementara itu, Ketua Unit MBKM FKIP ULM, Raisa Fadilla, menyampaikan harapannya agar pada tahun berikutnya program pertukaran mahasiswa dapat diperluas dengan melibatkan negara lain, seperti Thailand atau Vietnam. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan SEA Teacher tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya, salah satunya adalah kehadiran mahasiswa dari dua universitas berbeda di Filipina. Selain itu, beberapa peserta juga mengikuti kegiatan magang singkat di Pusat Layanan Disabilitas dan Inklusi Provinsi Kalimantan Selatan, mengingat sebagian mahasiswa berasal dari program studi pendidikan khusus.

