Tingkatkan Sinergi Pengawasan Pangan, WR IV ULM Terima Audiensi Direktur BPOM dalam Program “Sapa Kampus”
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 25 October 2025
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menerima kunjungan audiensi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebagai bagian dari program “Sapa Kampus”. Kunjungan ini diterima secara resmi oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas ULM, Dr. Ir. Yusuf Aziz, M.Sc., di dampingi Kepala Biro, Koordinator Kerjasama dan Humas, Wakil Dekan, serta dosen dilingkungan ULM pada Jum’at (24/10/2025).
Rombongan BPOM dipimpin langsung oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan, Agus Yudi Prayudana, S. Farm., Apt., M.M. Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif.
Dalam audiensi tersebut, Agus Yudi Prayudana memaparkan bahwa program “Sapa Kampus” merupakan inisiatif BPOM untuk membangun dan memperkuat sinergi dengan dunia akademis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat, serta memberdayakan pelaku usaha pangan olahan mengenai pentingnya keamanan, mutu, dan gizi pangan.
“Perguruan tinggi, khususnya ULM, memiliki peran strategis sebagai pusat keilmuan dan agen perubahan. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan ULM dalam edukasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terkait pengawasan obat dan makanan,” ujar Agus.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor IV ULM, Dr. Ir. Yusuf Aziz, M.Sc., menyambut baik inisiatif dari BPOM. Beliau menegaskan kesiapan ULM untuk mendukung program-program BPOM, terutama yang sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“ULM siap bersinergi. Kami memiliki banyak pakar di fakultas-fakultas terkait, seperti Farmasi, Kedokteran, Pertanian, dan MIPA, yang dapat berkontribusi aktif. Kolaborasi ini bisa diwujudkan melalui program KKN tematik, penelitian bersama, atau program Dikti Saintek Berdampak,” jelas Dr. Yusuf Aziz.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kerja sama yang lebih konkret antara ULM dan BPOM. Sinergi ini diyakini dapat memperkuat sistem pengawasan pangan olahan di daerah, khususnya di Kalimantan Selatan, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya saing UMKM pangan lokal.




Previous post
KPTN-KTI 2025 di Ternate: Sinergi Kampus Timur untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan
Next post

