PPK Ormawa IAAS LC ULM Dorong Kreativitas Produk Pertanian Lewat Pelatihan Interaktif
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 15 September 2025
Banjar, 14 September 2025 – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IAAS LC Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Kali ini, kegiatan difokuskan pada Pelatihan Inovasi Produk dan Diversifikasi Hasil Pertanian yang melibatkan masyarakat setempat, khususnya para pemuda dan ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan pada pengolahan hasil pertanian.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/9) ini menghadirkan dua narasumber istimewa, yaitu Chef Mochammad Ichsan Noor, AP., S.I.Kom., yang akrab dikenal sebagai Chef Chan selaku Chef dari Topi Chef Kuliner Agent serta Ibu Reni Andrina Rahmawati, S.Pd., M.M., CBMCP selaku perwakilan dari Lembaga Kursus dan Pelatihan Beeworld Banjarbaru. Keduanya hadir atas undangan dosen pembina IAAS LC ULM, Ibu Alia Rahmi, S.TP., M.Eng.Sc., Ph.D., yang turut serta mendampingi kegiatan sekaligus memberikan dukungan penuh.
Lebih dari 50 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Selain warga desa, hadir pula anggota Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Mandiangin Timur, yakni Ibu Rusma Darmila dan Ibu Viasari Ramayati. Kehadiran mereka semakin memperkuat sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi lokal.
Pelatihan ini mengambil pendekatan praktik langsung dengan memanfaatkan bahan-bahan pertanian unggulan Desa Mandiangin Timur, seperti tomat, terong, kopi, dan jamur. Para peserta diajak untuk mencoba berbagai resep inovatif yang diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan produk olahan baru dengan nilai jual. Beberapa resep yang diperkenalkan antara lain:
- Kukis Kopi, olahan berbahan dasar kopi lokal yang menghadirkan cita rasa khas.
- Permen Jelly Tomat, camilan sehat dengan rasa manis segar dari buah tomat.
- Keripik Terong, olahan sederhana namun bernilai ekonomi karena berbahan dasar sayur yang mudah ditanam di desa.
- Tahu Bakso Jamur Tiram, paduan tahu, ayam, dan jamur tiram yang menghasilkan rasa gurih dan tekstur unik.
Proses memasak berlangsung interaktif; peserta tak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga langsung terlibat dalam menyiapkan bahan, mencacah sayuran, menakar bumbu, hingga menyajikan hidangan bersama para chef.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak peserta yang bertanya, berdiskusi, bahkan membagikan pengalaman mereka dalam mengolah hasil pertanian sehari-hari. Para narasumber juga memberikan tips mengenai cara menjaga kualitas rasa, hingga peluang pemasaran produk olahan yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
“Untuk pelatihan hari ini saya sangat bersemangat karena pesertanya sangat antusias dan banyak menu yang dapat diperkenalkan, peserta juga sangat mampu menyerap materi hari ini. Mungkin nanti para peserta akan dapat mengembangkan lagi ilmu yang didapat agar nantinya dapat membantu meningkatkan ekonomi mereka” ujar Chef Chan.
Salah satu peserta, Ibu Ernawati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Biasanya kami hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolahnya jadi makanan unik yang bisa dijual lebih mahal. Saya jadi bersemangat mencoba di rumah,” tutur Ibu Erna.
Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa IAAS LC ULM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang inovatif dan berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, dosen, pemuda desa, dan perangkat desa diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.



Previous post
Prodi Kimia ULM Terapkan Inovasi Peternakan Burung Puyuh Bersama Masyarakat Barito Kuala
Next post
