ULM Perkuat Peran Kader Kesehatan untuk Cegah Anemia pada Ibu Hamil
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 8 September 2025
Banjarmasin, 2025 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Alalak Selatan dengan fokus pada peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan anemia pada ibu hamil.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Agustus lalu ini dipimpin oleh Dr. dr. Renny Aditya, MKes, SpOG(K), FISQua, bersama mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Obstetri dan Ginekologi FKIK ULM. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman kader kesehatan mengenai pentingnya zat besi untuk ibu hamil serta membekali mereka dengan keterampilan memberikan edukasi yang tepat.
“Kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Mereka berperan penting dalam mendampingi ibu hamil agar patuh mengonsumsi zat besi dan menjaga pola makan yang sehat,” jelas Dr. Renny.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku kader terkait konsumsi zat besi. Selanjutnya dilakukan penyuluhan dengan metode diskusi interaktif, tanya jawab, serta pemberian materi edukatif mengenai manfaat zat besi, jenis makanan yang kaya zat besi, cara mengonsumsi tablet Fe, hingga mengatasi efek samping seperti sembelit atau perubahan warna feses. Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman kader.
ULM menilai, penyegaran pengetahuan kader secara berkala menjadi kunci agar mereka mampu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, khususnya ibu hamil. Dengan kader yang berdaya, diharapkan angka kejadian anemia pada ibu hamil dapat ditekan.
“Melalui edukasi berkesinambungan dan evaluasi terukur, kader akan semakin siap mendampingi ibu hamil, sehingga lahir generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Program pengabdian ini menjadi bukti sinergi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di Kalimantan Selatan.




Previous post
