ULM Dampingi Aparatur Desa Liang Anggang Tingkatkan Pendataan SDGs
TANAH LAUT – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Administrasi Publik FISIP memberikan pelatihan pendataan desa bagi aparatur Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Liang Anggang pada Sabtu (30/8/2025).
Ketua tim, Sidderatul Akbar, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada tata cara penginputan data Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
“Kami melaksanakan pengabdian di sini karena skor SDGs Desa Liang Anggang masih rendah, hanya 33,25 persen, padahal desa ini sudah berstatus mandiri sejak 2024,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa desa dengan status mandiri seharusnya memiliki skor di atas 60 persen. Karena itu, ULM berinisiatif mendampingi aparatur desa agar lebih memahami proses pendataan yang mencakup level individu, keluarga, RT, hingga desa. “Tim pendataan harus benar-benar paham cara mengisi kuesioner secara detail agar data yang dihasilkan akurat,” tambahnya.
Pelatihan yang difasilitasi LPPM ULM ini diikuti puluhan peserta dan berlangsung interaktif. Aparatur desa banyak mengajukan pertanyaan mengenai teknis pengisian data serta pemanfaatannya untuk pembangunan.
“Mudah-mudahan PDWA ini bermanfaat, khususnya untuk meningkatkan pemahaman aparatur desa terkait pendataan SDGs,” kata Sidderatul.
Sekretaris Desa Liang Anggang, Rahmat Ilahi, mengapresiasi dukungan dari ULM. Menurutnya, selama ini desa menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, sarana prasarana, serta sumber daya manusia, sehingga penginputan data SDGs belum optimal. Dengan jumlah penduduk lebih dari 4.000 jiwa yang tersebar di empat dusun, kebutuhan tenaga pendata cukup besar.
“Kegiatan pelatihan ini sangat penting karena mendukung peningkatan kapasitas aparatur desa. Kami menargetkan tahun 2025 penginputan data dapat diselesaikan, sebab sudah ada anggaran dan tim kerja khusus,” ujarnya.
Tim PDWA Administrasi Publik FISIP ULM sendiri diketuai oleh Sidderatul Akbar dengan anggota Prof. H. Asmu’i, M. Riduansyah Syafari, Enly Hadiyanor, dan Sugeng Karyadi, serta dibantu oleh empat mahasiswa: Cantika Ayu W., Daffa Arkan, Najih Hasbi, dan Reza Ramadani.
Melalui pendampingan ini, ULM berharap pemerintah desa hingga pemerintah daerah dapat lebih serius memperhatikan pentingnya data SDGs. Apalagi Presiden Prabowo telah menargetkan pada 2030 seluruh desa harus mencapai indikator bebas kemiskinan dengan skor 100 persen.

