Mahasiswa Pecinta Alam ULM Bergabung dalam Tim SAR Gabungan di Mandin Damar
BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan kepedulian sosialnya melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam operasi pencarian helikopter BK 117-03 yang hilang kontak di kawasan Air Terjun Mandin Damar, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, Senin (1/9/2025).
Sekitar 20 mahasiswa ULM yang tergabung dalam berbagai unit pecinta alam dan organisasi kemanusiaan, seperti Mapala Sylva Fahutan, Mapala Graminea Faperta, Mapala Piranha FPIK, serta Mapala FT, turut bergabung dengan relawan lainnya. Mereka bergerak menuju lokasi pencarian dengan empat unit mobil dari Banjarbaru pada Senin malam.
“Anggota kami sudah sampai di basecamp, dan pada Selasa pagi mulai ikut pencarian,” kata Ketua Mapala Sylva Fahutan ULM, Abdul Rohman Agung.
Selain mahasiswa ULM, pencarian juga diperkuat oleh Basarnas Banjarmasin, TNI, Polri, BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan dari berbagai organisasi rescue. Total sekitar 140 personel gabungan diturunkan untuk menyisir area hutan seluas kurang lebih 27 kilometer persegi, baik lewat jalur darat maupun udara.
Namun, upaya koordinasi di lapangan tidak mudah. Abdul Rohman Agung menyebut komunikasi dengan anggota Mapala di lokasi terhambat sinyal telepon yang lemah di dalam hutan. Meski demikian, mahasiswa tetap terlibat aktif dalam pencarian dan pendampingan logistik di lapangan.
Sementara itu, Kepala Basarnas Banjarmasin I Putu Sudayana, yang bertindak sebagai Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa operasi pencarian dijadwalkan berlangsung tujuh hari dan bisa diperpanjang tiga hari jika ada tanda-tanda baru. Petunjuk lapangan diperoleh dari warga yang sempat melihat helikopter terbang rendah mengeluarkan asap sebelum hilang di balik pegunungan.
Informasi warga tersebut memperkuat dugaan lokasi jatuhnya helikopter dengan nomor registrasi PK-RGH yang membawa delapan orang, termasuk pilot, teknisi, dan penumpang. Tim SAR gabungan masih harus menembus hutan lebat, menyeberangi sungai, hingga membuka jalur baru di medan yang sulit dijangkau.
Kehadiran mahasiswa ULM dalam operasi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pada masyarakat. Melalui kerja sama dengan instansi resmi dan relawan, ULM menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam setiap aksi solidaritas di daerah Kalimantan Selatan.

