Dari Stigma ke Daya: Lahirnya “Kampung Buket” dari Tangan Perempuan Kemuning
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 20 August 2025
Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui tim dosen lintas program studi melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk mengubah citra “Kampung Janda” di Kelurahan Kemuning, Banjarbaru, menjadi “Kampung Buket”. Program ini diwujudkan melalui pelatihan keterampilan merangkai buket dan pendampingan usaha bagi ibu rumah tangga serta remaja putri setempat.
Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2025 ini digagas oleh Dr. Susi dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian ULM, bersama tim dosen dari Prodi Biologi serta melibatkan enam mahasiswi pendamping. Program didanai oleh Kemendiktisaintek melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan nomor kontrak 509/UN8.2/AM/2025.
Menurut Dr. Susi, sebutan “Kampung Janda” selama ini memiliki konotasi negatif, padahal sebagian besar warga, khususnya para janda usia produktif, masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
“Dengan adanya usaha buket ini, kami berharap kampung ini bisa dikenal sebagai Kampung Buket, bukan lagi Kampung Janda. Peserta dilatih hingga terampil agar buket dapat menjadi sumber penghasilan dan mendorong kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Pelatihan digelar dalam empat kali pertemuan dengan tiga tahap pembelajaran, menghadirkan narasumber dari praktisi, Rufaidah Armawaty (Amanah Souvenir), yang mengajarkan pembuatan buket snack, buket bunga, hingga buket uang. Peserta yang berjumlah 24 orang—terdiri atas ibu rumah tangga dan remaja putri berusia 18–61 tahun—menunjukkan antusiasme tinggi.
Sebagai puncak kegiatan yang bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, tim ULM juga mengadakan lomba merangkai buket untuk menggali kreativitas para peserta. Lokasi kampung yang strategis—berdekatan dengan sekolah dan kampus—dinilai memberi peluang pasar yang menjanjikan bagi usaha buket.
Selain pelatihan, tim ULM juga membantu peserta membuka jejaring pemasaran dan akses permodalan dengan melibatkan mitra seperti Amanah Souvenir, PKK Kota Banjarbaru, Forum PUSPA, dan LMI Kalsel. Dengan demikian, hasil karya warga tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang lebih luas.
Anggota tim, Sasi Gendro Sari, menambahkan bahwa keberhasilan program ini diharapkan dapat mengubah stigma yang melekat pada kampung tersebut.
“Transformasi menuju Kampung Buket adalah wujud nyata sinergi antara ULM, masyarakat, dan mitra dalam pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi kreatif, serta kemandirian warga Banua,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ULM kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang hadir untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.


Previous post
