KKN Berdampak: Mahasiswa KKN ULM Olah Sampah Plastik Jadi Paving Blok Ramah Lingkungan di Desa Pejala
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 8 August 2025
TANAH BUMBU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi dan praktik pengolahan sampah plastik menjadi paving blok ramah lingkungan di Desa Pejala, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (6/8/2025).
Kegiatan ini diadakan di Kantor PKK Desa Pejala RT 04 dan dihadiri puluhan warga yang terdiri dari nelayan, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, serta aparat desa. Kehadiran penyuluh perikanan dari Kabupaten Tanah Bumbu semakin memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya menciptakan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur desa.
Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat, di mana ULM berperan aktif memberikan kontribusi nyata melalui inovasi ramah lingkungan. Mahasiswa memperkenalkan teknik mengolah sampah plastik rumah tangga yang sulit terurai menjadi paving blok yang kuat, tahan lama, dan memiliki nilai ekonomi.
“Ini bukan sekadar proyek KKN, tetapi ajakan untuk mengubah cara pandang terhadap sampah plastik. Dengan sedikit kreativitas, limbah bisa menjadi produk bermanfaat yang membantu mengurangi pencemaran dan meningkatkan pendapatan,” ujar Siti Nur Aisyah, anggota tim KKN FPIK ULM.
Selain pengolahan sampah plastik, mahasiswa juga mendemonstrasikan pembuatan biofilter sederhana untuk mengatasi masalah air payau akibat intrusi air laut. Biofilter ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Eko Prio Raharjo Shandy, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa ULM.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan seharusnya terus dilanjutkan. Harapannya, warga dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan mereka dalam praktik pembuatan paving dan biofilter. Warga juga aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga merencanakan penerapan teknologi ini di lingkungan mereka.
Dengan adanya program ini, ULM berharap dapat mendorong Desa Pejala menjadi contoh desa pesisir yang berhasil memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai guna sekaligus mengatasi persoalan lingkungan. Langkah kecil ini diharapkan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa.




Previous post
KKN Berdampak: Mahasiswa FPIK ULM Kenalkan Teknik Biofilter Air Bersih untuk Warga Desa Pejala
You may also like
Sekolah Pangan di Angsana Hadirkan Tiga Doktor Universitas Lambung Mangkurat
Kreativitas dan Pesan Lingkungan Warnai Lomba Foto Dies Natalis ULM
