ULM Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Karang Intan melalui Pelatihan Budikdamber
BANJAR – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) DPM Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) sukses menggelar pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Desa Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari Kelas Kewirausahaan Sekolah Perempuan BUNGAS yang bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis inovasi lokal.
Pelatihan menyasar masyarakat setempat, khususnya para bapak dan remaja laki-laki, untuk menguasai teknik budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah yang hemat biaya, ramah lingkungan, dan berpotensi memberikan penghasilan tambahan.
Materi disampaikan oleh praktisi perikanan Muhammad Fathur Rahman, S.Psi., yang memaparkan konsep Budikdamber sebagai solusi kreatif usaha rumahan.
“Budikdamber bukan sekadar teknik budidaya, tapi juga peluang wirausaha yang bisa dimulai dari rumah dengan biaya terjangkau,” ujarnya.
Setelah sesi materi, peserta melakukan praktik membuat tiga unit Budikdamber sebagai model usaha. Kegiatan ini didampingi oleh Ns. Agianto, S.Kep., M.N.S., Ph.D., dosen pendamping program yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.
“Meski program ini bernama Sekolah Perempuan BUNGAS, pelibatan laki-laki juga penting demi kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Hasil pelatihan tidak hanya berupa tiga unit Budikdamber siap panen, tetapi juga lahirnya komitmen warga untuk mengembangkan teknik ini secara mandiri. Tim PPK Ormawa ULM akan memberikan pendampingan lanjutan dan pemantauan perkembangan budidaya di desa.
Salah satu peserta, Rahmad (35), mengaku mendapatkan manfaat nyata dari kegiatan ini. “Sekarang kami punya gambaran jelas bagaimana memulai Budikdamber sendiri di rumah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, ULM menunjukkan peran aktifnya dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Sinergi edukasi, inovasi, dan partisipasi warga diharapkan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kalimantan Selatan.

