ULM Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Sekolah Perempuan BUNGAS, Gandeng Hasnur Centre
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 31 July 2025
Barito Kuala – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperluas kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (DPM FKIK) ULM menggagas program Sekolah Perempuan BUNGAS sebagai wujud nyata kontribusi dalam isu lingkungan dan pendidikan di masyarakat.
Guna menguatkan pelaksanaan program tersebut, Tim PPK Ormawa dari DPM FKIK ULM melakukan audiensi dengan pihak Hasnur Centre, Unit Pemuda Bakti Banua, pada Rabu (30/7/2025) di Politeknik Hasnur, Handil Bakti, Barito Kuala. Audiensi ini membahas sinergi dan dukungan jangka panjang dari mitra, khususnya dalam penyelenggaraan dua kelas utama dalam Sekolah Perempuan BUNGAS: Kelas Lingkungan dan Kelas Pendidikan.
Dosen pembina Ormawa FKIK ULM, Ns. Agianto, S.Kep., M.N.S., Ph.D., turut mendampingi tiga perwakilan mahasiswa pelaksana program, yaitu M. Gilang Syahrial Putra, Ghina Ghaida Mutmainah, dan Dwinta Oktarisya. Dari pihak Hasnur Centre hadir Muhammad Fajar Firdaus, S.Pd., M.Pd., serta Putri Amalina Handayani, S.Sos., yang menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana kolaborasi tersebut.
“Kami siap mendukung pelaksanaan program ini, baik melalui penyediaan narasumber, materi edukatif, hingga keterlibatan dalam pendampingan komunitas desa,” ujar Muhammad Fajar Firdaus. Ia menegaskan bahwa pihak swasta juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Kelas Lingkungan sendiri dirancang untuk membekali warga dengan keterampilan pengelolaan sampah, pembuatan pupuk, hingga teknik penjernihan air sungai. Sementara Kelas Pendidikan akan difokuskan pada peningkatan literasi anak-anak desa, penguatan kesadaran pentingnya pendidikan, serta optimalisasi fungsi perpustakaan desa sebagai pusat belajar masyarakat.
Menurut M. Gilang Syahrial, salah satu mahasiswa pengusul, program ini akan dijalankan secara partisipatif dengan menyesuaikan kebutuhan lokal.
“Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya memberikan materi, tetapi membangun keterlibatan warga untuk perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun rencana kerja lanjutan secara kolaboratif. Dengan dukungan dari Hasnur Centre sebagai mitra swasta, ULM berharap program Sekolah Perempuan BUNGAS dapat berdampak luas, memperkuat kapasitas warga di bidang lingkungan dan pendidikan, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan di Kalimantan Selatan.


Previous post
