ULM dan PLN UIP3B Kalimantan Resmikan Kemitraan Strategis dalam Riset dan SDM
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 16 July 2025
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PLN Unit Induk Pembangunan dan Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, pada Selasa (15/7/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Sultan Adam, Kantor PLN UIP3B Kalimantan, dan ditandatangani langsung oleh Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si. serta General Manager PLN UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan.
MoU ini menandai kelanjutan kerja sama antara perguruan tinggi dan industri yang sebelumnya telah berakhir pada November 2024. Rektor ULM menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka berbagai peluang implementatif dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“ULM memiliki sumber daya unggul, termasuk laboratorium berstandar tinggi, tenaga ahli, dan lembaga pendukung yang siap bersinergi dalam berbagai skema kerja sama dengan PLN,” ucap Rektor.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan menyampaikan bahwa kehadiran akademisi sangat diperlukan untuk memperkuat basis riset dan teknologi PLN, khususnya dalam pengembangan big data, kecerdasan buatan, dan inovasi perangkat pengamanan. Bahkan, kerja sama ini juga dapat mencakup bidang-bidang tak terduga seperti mitigasi interaksi antara infrastruktur PLN dan satwa liar.
“Kami sangat terbuka untuk mengembangkan ide-ide dari ULM, baik dari sisi teknis maupun sosial. Dengan kolaborasi ini, kami berharap tidak perlu mencari mitra jauh ke Pulau Jawa, karena ULM sudah sangat siap dan lengkap,” ujar Riko Ramadhano.
Kerja sama strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan riset ULM, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan energi dan teknologi di Kalimantan. Kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti MoU dengan berbagai bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai bidang masing-masing, termasuk potensi program Kampus Merdeka, riset bersama, dan magang industri bagi mahasiswa.





Previous post
