Tim SID ULM Laksanakan Sosialisasi dan Survei Sosial Pertanian untuk Optimasi Lahan Tahap II di Kalimantan Selatan
Banjarmasin— Tim Studi Identifikasi dan Desain (SID) dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus melanjutkan komitmennya dalam mendukung program nasional ketahanan pangan melalui kegiatan sosialisasi dan survei sosial pertanian untuk program Optimasi Lahan (Oplah) Pertanian Tahap II yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa dan non-rawa dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah. Kegiatan sosialisasi dan survei sosial ini menyasar langsung ke tingkat kabupaten/kota sebagai bentuk pendekatan partisipatif kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat petani.
Hingga akhir Juni 2025, tim SID ULM telah melakukan sosialisasi dan survei di empat wilayah, yaitu:
- Kabupaten Tanah Laut
- Kota Banjarbaru
- Kabupaten Barito Kuala
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Dalam kegiatan sosialisasi ini, tim SID menyampaikan informasi teknis terkait rencana pengelolaan lahan yang akan dioptimalkan, tujuan program, serta manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan lokal dan nasional. Sementara itu, kegiatan survei sosial bertujuan untuk menggali potensi dan tantangan yang dihadapi masyarakat tani setempat, termasuk kesanggupan petani dalam mengelola lahan dan kesiapan kelembagaan pertanian di desa.
Berdasarkan rekapitulasi kontrak SID Tahap II, total luas lahan yang menjadi sasaran di Kalimantan Selatan mencapai 7.373 hektare, yang terdiri dari 3.908 hektare lahan rawa dan 3.465 hektare lahan non-rawa. Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu daerah dengan cakupan lahan terbesar, yakni 2.851 hektare, disusul Kabupaten Banjar (3.072 hektare) dan Barito Kuala (1.000 hektare).
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pertanian kabupaten/kota serta para kelompok tani yang terlibat. Ke depan, Tim SID ULM akan melanjutkan proses survei dan validasi lapangan di kabupaten/kota lainnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari kontribusi ULM terhadap pengembangan pertanian berbasis sains dan kolaborasi multisektor. Ke depan, Tim SID ULM akan melanjutkan kegiatan di wilayah lainnya sesuai jadwal dan terus melakukan validasi lapangan guna menghasilkan rekomendasi implementatif.
Dengan program optimasi lahan ini, diharapkan potensi pertanian di Kalimantan Selatan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani lokal.

