Workshop Self Love dan Emotional Resilience ULM: Belajar Tangguh di Lingkungan Kampus
Banjarmasin, 26 Juni 2025 – Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA BK) berkolaborasi dengan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Bina Remaja Mandiri (PIKMA-BRM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menggelar Workshop Self Love dan Emotional Resilience bertajuk “Cara Menjadi Lebih Tangguh di Lingkungan Kampus”.
Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa ini menghadirkan dr. Akhmad Fadly Noor, C.Ht., M.NLP, seorang dokter sekaligus praktisi di bidang neuropsikologi dan neuroperilaku, sebagai narasumber. Sesi ini dimoderatori oleh Ersa Amanda, Wakil IV Duta GenRe Kota Banjarmasin 2025.
Ketua Umum PIKMA-BRM ULM, Nisrina Arianti, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam makna mencintai diri sendiri.
“Kami percaya dengan tema ini kita bisa belajar mengenal diri kita. Self love adalah hal penting yang sering kali kita abaikan. Semoga workshop ini bermanfaat bagi kita semua,” ucap Nisrina.
Selama sesi workshop, peserta diajak untuk mengenali emosi, membangun kepercayaan diri, serta memahami cara menghadapi tekanan di lingkungan kampus. Narasumber menyampaikan bahwa self love bukan egoisme, tetapi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri yang esensial untuk membangun ketangguhan emosional.
Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung interaktif dan reflektif. Banyak dari mereka merasa lebih termotivasi untuk memperhatikan kesehatan mental serta mulai menjadikan self love sebagai prioritas dalam kehidupan akademik mereka.
Workshop ini menjadi pengingat pentingnya merawat diri sendiri dalam menghadapi dinamika dunia perkuliahan. UPA BK dan PIKMA-BRM berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap kesejahteraan mahasiswa ULM.
Kepala UPA BK ULM, Dr. Ririanti Rachmayanie J., S.Psi., M.Pd., menekankan bahwa UPA BK hadir tidak hanya untuk membantu mahasiswa yang mengalami masalah, tetapi juga untuk mendampingi mereka yang ingin mengenal dan mengembangkan potensi diri.
“UPA BK adalah unit yang bisa dikunjungi siapa saja, bukan hanya yang punya masalah. Mahasiswa semester 2, 4, 6, hingga akhir bisa datang jika merasa terhambat secara akademik maupun emosional. Tahun 2024 saja, ada 101 mahasiswa yang memanfaatkan layanan ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan mental seperti konseling masih belum dimaksimalkan oleh banyak mahasiswa, padahal layanan ini tersedia secara gratis dan mudah diakses, baik secara daring maupun langsung.

