Dampak Perubahan Iklim terhadap Mangrove: Tantangan dan Solusi
Banjarmasin – Prof. Dr. H. Kissinger, S.Hut., M.Si., Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menjelaskan pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami terhadap abrasi dan erosi pantai, serta menyerap dampak gelombang laut saat cuaca ekstrem. Selain itu, mangrove juga menyimpan cadangan karbon yang besar, membantu menstabilkan ekosistem, dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Mangrove juga berperan dalam meningkatkan kualitas air dengan menyaring polutan seperti nitrat dan fosfat.
Prof. Kissinger menambahkan bahwa fungsi ekologis mangrove berbeda dengan hutan daratan dalam beberapa aspek. Mangrove memiliki akar yang lebat yang membantu mengikat dan membangun kepadatan tanah, serta memperlambat aliran air laut dan mendorong endapan sedimen yang mengurangi erosi pantai. Hutan daratan, di sisi lain, lebih berfokus pada penyediaan habitat bagi berbagai spesies darat dan membantu dalam siklus air dan nutrisi di daratan. Mangrove juga memiliki kemampuan unik untuk menyaring polutan dari air, yang tidak dimiliki oleh hutan daratan.
Mangrove memiliki peran penting dalam mendukung penelitian ilmiah di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). ULM telah mengelola lahan mangrove seluas 600 hektar di Kotabaru untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian di ULM mencakup keanekaragaman vegetasi mangrove dan pengembangan bahan ajar untuk mata kuliah Ekologi Lahan Basah. Penelitian ini membantu meningkatkan pemahaman tentang ekosistem mangrove dan mendukung upaya konservasi serta rehabilitasi lahan basah.
Strategi konservasi mangrove yang efektif di Indonesia melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, diperlukan moratorium konversi mangrove untuk peruntukan lain, seperti tambak atau perkebunan1. Kedua, penanaman kembali mangrove di lahan yang telah rusak atau terdegradasi harus dilakukan secara berkelanjutan1. Ketiga, pengelolaan mangrove harus melibatkan masyarakat lokal melalui pendidikan dan pelatihan tentang pentingnya mangrove. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung konservasi mangrove juga sangat diperlukan.
Perubahan iklim memiliki dampak signifikan terhadap ekosistem mangrove. Kenaikan permukaan laut dapat menenggelamkan area mangrove, mengurangi habitat dan keanekaragaman hayati. Perubahan pola curah hujan dapat mempengaruhi salinitas tanah dan air di sekitar mangrove, yang berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan mangrove3. Selain itu, peristiwa cuaca ekstrem seperti siklon tropis dan gelombang panas dapat merusak struktur akar mangrove dan menyebabkan erosi tanah yang mendalam.
Partisipasi masyarakat lokal sangat penting dalam pelestarian mangrove. Masyarakat dapat terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi, seperti penanaman bibit mangrove, pengawasan terhadap aktivitas ilegal, dan edukasi tentang pentingnya mangrove. Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan mangrove melalui musyawarah dan kemitraan dengan pemerintah dan perusahaan. Dengan melibatkan masyarakat lokal, pelestarian mangrove dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

