Universitas Lambung Mangkurat dan DLH Kotabaru Gelar Konsultasi Publik KLHS-RDTR
Kotabaru, Kalsel – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru mengadakan konsultasi publik terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) perkotaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (11/12/2024) dia Grand Surya Hotel, Kotabaru.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Staf Ahli Bupati Kotabaru, Sekretaris DLH Kotabaru, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), SKPD terkait, Universitas Lambung Mangkurat, Camat, Kepala Desa, perwakilan PLN Kotabaru, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Kotabaru Bidang Pemerintahan, H. Zainal Arifin S., S.P., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotabaru, kami mengucapkan terima kasih kepada DLH Kotabaru dan Universitas Lambung Mangkurat yang telah melaksanakan konsultasi publik terkait dua kajian penting ini. Pembangunan harus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Meskipun terlambat, kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap rencana dan program pembangunan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam program pembangunan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Program pembangunan berkelanjutan harus dipadukan secara matang agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.
Ketua tim penyusun KLHS dari Universitas Lambung Mangkurat, Bahrudin, menjelaskan bahwa terdapat lima isu strategis yang menjadi fokus dalam perencanaan ini, yakni kebencanaan, kualitas dan kuantitas air, pengelolaan sampah, penanganan kawasan pemukiman kumuh, dan infrastruktur ketahanan pangan.
“Melalui konsultasi publik ini, kami berharap dapat memberikan rekomendasi yang membantu mengurangi potensi bencana, memperbaiki kebijakan, serta meningkatkan kualitas lingkungan. Contohnya adalah pengelolaan drainase untuk mencegah banjir, meningkatkan kualitas air agar layak konsumsi, dan mengelola sampah menjadi pupuk,” jelas Bahrudin.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya perencanaan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Kotabaru, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik.

