Pendampingan UKM oleh ULM: Dari Ikan Patin Menjadi Produk Bernilai Tinggi
Banjarbaru – Tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang terdiri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Fakultas Pertanian, telah memberikan pelatihan mengenai pengolahan ikan patin tanpa limbah kepada Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) Nila Anjani di Banjarbaru.
“Kami memperkenalkan berbagai olahan dari ikan patin, termasuk tulangnya yang diolah menjadi sosis dan stik, sehingga mencapai zero waste atau tanpa limbah,” ujar Sasi Gendro Sari, dosen Program Studi Biologi FMIPA yang memimpin tim ULM di Banjarbaru, pada hari Senin.
Di hadapan puluhan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Poklahsar Nila Anjani, Kampung Iwak Mentaos, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tim ULM mempraktekkan secara langsung pembuatan sosis ikan patin dan stik tulang ikan dari limbah ikan patin. Proses ini dimulai dari penyiapan ikan patin segar hingga pengolahan menjadi sosis, dan sisa atau limbah tulangnya kemudian diolah kembali menjadi stik tulang ikan.
“Jadi, benar-benar tidak ada yang terbuang dari produk pengolahan ikan patin ini. Semua bagian, mulai dari tulang, kepala, ekor, hingga sirip, digunakan sebagai bahan baku produk stik tulang ikan,” jelas Sasi.
Selain mengajarkan cara pembuatan produk, tim ULM juga memberikan pendampingan dalam pemasaran, khususnya promosi di pasar online dengan memanfaatkan teknologi digital.
Sasi optimis bahwa produk sosis dari ikan patin dan stik tulang ikan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, mengingat produk ini masih jarang dijual di pasaran, yang selama ini didominasi oleh olahan daging sapi dan ayam. Keunggulan produk ini terletak pada bahan baku premium yang kaya akan antioksidan, vitamin A, dan Omega, serta tanpa bahan pengawet, sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi dalam batas waktu kedaluwarsa.
Diversifikasi produk olahan pangan ikan patin berbasis zero waste dan pendampingan pemasarannya ini dilaksanakan oleh tiga inventor, yaitu Sasi Gendro Sari, Candra, dan Lya Agustina, dengan dukungan dana dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berdasarkan Nomor Kontrak 1079/UN8.2/AM/2024.

