Rektor Melepas Kegiatan Napak Tilas Budaya Dan Peradaban Sungai Ekspedisi Batang Banyu 2023
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 2 September 2023
Banjarmasin – Rektor Universitas Lambungn Mangkurat (ULM) Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., melepas keberangkatan peserta ekspedisi Batang Banyu 2023 di tepian sungai Martapura tepatnya di depan Hotel Swissbell Banjarmasin pada Jumat (01/09/2023). Ekspedisi Batang Banyu merupakan perjalanan ilmiah di mana para peserta juga akan singgah dibeberapa tempat dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat dan juga edukasi.
Perjalanan ini akan melewati beberapa wilayah seperti Banjarmasin-Marabahan-Margasari-Nagara yang rencananya akan berlangsung selama 2 hari dari 1-2 September 2023. Ekspedisi Batang Banyu ini diikuti puluhan peserta dari kalangan akademisi, peneliti, jurnalis, pengamat, aktivis lingkungan, mahasiswa dan tokoh masyarakat di Kalimantan Selatan.
Menurut Ketua Panitia ekspedisi Batang Banyu, Prof. Dr. Hadin Muhjad, S.H., M.Hum., yang juga merupakan Ketua Senat ULM, misi Ekspedisi Batang Banyu ini merupakan napak tilas budaya dan peradaban sungai sebagai model pengembangan wilayah Batang Banyu. Kemudian, soal pengembangan sosial ekonomi masyarakat dan menangkap potensi dan tantangan pengembangan infrastruktur tepian Batang Banyu hingga penyadaran sosial politik masyarakat.
Rektor dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang besar dan mendukung kegiatan ini yang mana beliau juga berpendapat bahwa ekspedisi Batang Banyu ini merupakan kegiatan kilas balik sejarah peradaban masyarakat Banjar yang sesungguhnya dan sangat strategis untuk selalu digaungkan di masa yang akan datang.
“Jika kita berbicara batang banyu maka kita berbicara mengenai sumber kehidupan.” ucap beliau.
Hal ini tentu didasari oleh vitalnya keberadaan sungai yang bisa disebut juga merupakan sumber kehidupan, sungai itu merupakan sarana prasarana untuk membangun peradaban masyarakat Kalimanatan Selatan selain sebagai sarana transportasi utama pada masanya sungai juga merupakan sumber peradaban edukasi bagi masyarakat Kalsel. Rektor percaya sebuah ketahanan daerah itu bergantung pada ketahanna budaya yang dimiliki oleh daerahnya.
“Karena sesungguhnya pertahanan yang utama adalah pertahanan yang memahami seluk beluk peradaban perkembangan budaya dari masa ke masa yang harus dipelihara oleh setiap anak bangsa.” tambah Rektor.




Previous post
ULM Rector Participates in the Independence Day Celebration in the Series of the 78th Indonesian Independence Day
Next post
Gelar Kuliah Umum Prakerja, FEB ULM Hadirkan Deputi III Kantor Staf Presiden
You may also like
Sekolah Pangan di Angsana Hadirkan Tiga Doktor Universitas Lambung Mangkurat
Kreativitas dan Pesan Lingkungan Warnai Lomba Foto Dies Natalis ULM

