Perkaya Wawasan Global, JPPKn FKIP ULM Selenggarakan Kuliah Tamu Bersama Universitas Malaya
Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (JPPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kembali melaksanakan kegiatan akademik berupa kuliah tamu sebagai upaya memperluas wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 19 November, bertempat di Laboratorium PPKn FKIP ULM, dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.30 WITA.
Pada kesempatan tersebut, JPPKn FKIP ULM menghadirkan narasumber internasional dari Universitas Malaya, Malaysia, yakni Ahmad Bin Yussuf. Ia merupakan akademisi sekaligus peneliti yang memiliki keahlian dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Islam, serta Civic Education Studies. Kuliah tamu ini mengangkat tema “Pendidikan Kewarganegaraan dalam Islam”, yang dinilai relevan dengan perkembangan global saat ini, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan konsep kewarganegaraan modern.
Dalam pemaparannya, Ahmad Bin Yussuf menjelaskan bahwa konsep kewarganegaraan dalam perspektif Islam tidak semata-mata menitikberatkan pada relasi antara warga negara dan negara, tetapi juga mencakup aspek moral, spiritual, serta tanggung jawab sosial. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keadilan (al-‘adl), musyawarah (syuro), persaudaraan (ukhuwah), serta penghormatan terhadap martabat manusia merupakan fondasi etis yang membentuk karakter warga negara dalam tradisi Islam. Menurutnya, pengintegrasian nilai-nilai tersebut berpotensi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih humanis, inklusif, dan berlandaskan nilai.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari mahasiswa JPPKn yang tampak antusias mengikuti diskusi. Para peserta aktif mengemukakan pandangan mengenai relevansi pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai-nilai Islam dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang tetap menjunjung tinggi pluralisme dan kebinekaan. Diskusi juga menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum PPKn yang mampu mengakomodasi perspektif keislaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai kebangsaan dan konstitusional.
Ketua JPPKn FKIP ULM, Mariatul Kiptiah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan mutu pembelajaran melalui kehadiran pakar dari berbagai negara. Ia berharap kerja sama akademik yang terjalin dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk kuliah tamu, tetapi juga melalui penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan bahan ajar yang lebih komprehensif.
Secara keseluruhan, kuliah tamu bersama Ahmad Bin Yussuf tidak hanya memberikan tambahan wawasan bagi peserta, tetapi juga membuka ruang dialog ilmiah mengenai pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan yang kontekstual dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber.

