Baurak Suluh: PGSD dan PG-PAUD FKIP ULM Tampilkan Kreativitas Seni dan Budaya
Banjarmasin – Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk “Baurak Suluh: Menyebarkan Cahaya Kreativitas Seni untuk Mewujudkan Calon Guru PGSD dan PG-PAUD yang Unggul, Inovatif, Berkarakter, serta Menjunjung Nilai Budaya”.
Kegiatan ini menjadi rangkaian pembuka perayaan Dies Natalis kedua jurusan. Acara berlangsung di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, pada Rabu (10/12) pukul 13.00–17.30 WITA. Sebanyak 22 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PGSD dan PG-PAUD FKIP ULM berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Hadir dalam acara para guru besar sekaligus perintis jurusan, Prof. Dr. Ahmad Suriansyah dan Prof. Dr. Aslamiah, bersama dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan di lingkungan PGSD dan PG-PAUD FKIP ULM.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan seni tari, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan Ketua Jurusan PGSD, Noorhapizah. Kegiatan resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Guru Besar PGSD dan PG-PAUD, Prof. Dr. Aslamiah. Sebagai puncak acara, mahasiswa menampilkan drama kolosal berjudul “Cemooh” yang disusul dengan berbagai pertunjukan seni lainnya, seperti tari, vokal, dan penampilan kreatif mahasiswa PGSD dan PG-PAUD.
Salah satu panitia, Celia, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas capaian jurusan sekaligus penghargaan terhadap jasa para pendahulu. Ia berharap Baurak Suluh dapat memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan PGSD dan PG-PAUD hingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Ketua Jurusan PGSD, Noorhapizah, menegaskan bahwa tema Baurak Suluh dimaknai sebagai simbol penyebaran cahaya pengetahuan dan kreativitas. Guru, menurutnya, adalah suluh yang menerangi peserta didik, sementara kreativitas mahasiswa menjadi cahaya yang dibawa dalam praktik pendidikan. Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan guru menumbuhkan kreativitas serta melestarikan budaya lokal.

