ULM Dorong Pencegahan TB Paru pada Balita Lewat Program EDUMOM TB CARE di Kabupaten Banjar
Banjar – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), melaksanakan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) bertajuk EDUMOM TB CARE: Pencegahan TB Paru pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2, Kabupaten Banjar, Kamis (3/7/2025).
Mengutip dari tulisan Anis Kamela di Kompasiana yang dipublish pada 22 Agustus 2025, kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan ibu-ibu yang memiliki anak penderita tuberkulosis (TB) paru melalui edukasi langsung berbasis keluarga. Tim dosen FKIK ULM turun langsung ke rumah responden (home visit) untuk melakukan konseling personal terkait gejala TB, cara penularan, pentingnya pengobatan tuntas, serta langkah pencegahan sederhana di lingkungan rumah.
Ketua pelaksana kegiatan, Laily Khairiyati, SKM., MPH, menegaskan bahwa penguatan peran ibu sebagai pengasuh utama menjadi kunci pengendalian TB anak.
“Konseling dilakukan secara langsung agar sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. Dengan begitu, edukasi bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Materi edukasi diberikan dengan bahasa sederhana menggunakan leaflet agar mudah dipahami. Fokusnya antara lain menjaga ventilasi dan sirkulasi udara, memastikan pencahayaan kamar anak, menghindari kepadatan hunian, serta memberikan makanan bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh balita.
Edukasi ini melibatkan dosen Departemen Kesehatan Lingkungan FKIK ULM bersama mahasiswa, sehingga menjadi bagian dari penerapan pembelajaran berbasis masyarakat. Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan ini juga berupaya mengurangi stigma sosial terhadap TB dan membangun keterlibatan keluarga dalam mendukung proses pengobatan anak.
Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman signifikan dari peserta. Rata-rata skor pre-test sebesar 77,14 meningkat menjadi 88,57 setelah mengikuti post-test. Hal ini membuktikan bahwa materi yang diberikan dapat diserap dengan baik oleh para ibu.
Salah satu peserta mengungkapkan manfaat langsung dari kegiatan ini.
“Saya yang awalnya kurang tahu soal ventilasi, jadi paham kalau itu berpengaruh pada TB. Kegiatannya sangat membantu, terima kasih tim ULM sudah datang ke rumah dan menjelaskan dengan sabar,” tuturnya.
Melalui program EDUMOM TB CARE, ULM berharap model edukasi berbasis keluarga ini dapat dikembangkan lebih luas ke daerah lain, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam pencegahan TB paru pada anak.

