Program Wirausaha Merdeka ULM Siap Cetak Wirausahawan Unggul
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar acara Business Matching & Expo sebagai implementasi program Wirausaha Merdeka yang diikuti oleh mahasiswa peserta WMK 2022 pada Kamis (15/12/2022) bertempat di Grand Dafam Hotel, Lantai 3 Ballroom. Hadir dalam acara, Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan ULM, Ketua Tim Wirausaha Merdeka ULM, dan seluruh mahasiswa peserta wirausaha merdeka dari berbagai universitas.
Ketua Tim Pelaksana Program WMK ULM Dr. Totok Wianto, S.Si., M.Si., melaporkan pada pelaksanaan WMK 2022 ini ULM terpilih menjadi satu di antara 17 perguruan tinggi pelaksana program WMK se-Indonesia. Sebanyak 601 Mahasiswa dari 15 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi sebagai peserta dalam program WMK 2022 di ULM. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam program WMK selama satu semester ini diantaranya perkuliahan, magang, business plan, mentoring dan pendampingan, dan kunjungan industri. ULM juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan dan industri di Kalimantan Selatan dalam penyelenggaraan WMK 2022.
Rektor ULM dalam sambutannya merasa bangga melihat betapa antusias dan semangatnya para mahasiswa dalam berusaha mengenal dunia usaha melalui program WMK ini. Beliau melihat program seperti ini dirasa sangat bermanfaat bagi mahasiswa ULM kedepannya.
“Terima kasih kepada pimpinan fakultas dan kementerian atas dukungan yang luar biasa untuk penyelenggaraan wirausaha merdeka di ULM, terima kasih juga kepada seluruh pelaku usaha mitra ULM yang telah bersama dengan ULM untuk membangun bangsa ini terutama melalui pengembangan kewirausahaan.” ucap Rektor.
Rektor menganggap bahwa dengan adanya program seperti ini dapat menjawab persoalan yang dihadapi bangsa ini dalam bagaimana menciptakan dan membangun wirausaha milenial yang sebanyak mungkin dalam rangka kemakmuran bangsa dan negara. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan wirausaha yang dimiliki oleh bangsa ini sendiri. Suatu negara dinilai harus memiliki minimal 4% dari populasi penduduk yang menjadi pengusaha untuk masuk dalam kategori negara maju. Rektor juga melihat bahwa wirausaha adalah tempat berkembangnya inovasi, kemudian embrio dari inovasi itu sendiri adalah perguruan tinggi dari setiap negara. ULM adalah embrio inovasi yang perlu menyumbangkan inovasi yang bekerjasama dengan pelaku dunia usaha untuk menyebarkan virus-virus wirausaha oleh generasi muda.
“ULM adalah sebuah instrumen, Lembaga pemerintah yang memiliki kewajiban untuk mendorong sebanyak mungkin lahirnya wirausahawan dalam rangka pembangunan Indonesia yang lebih bermartabat, disamping itu, tanggung jawab ULM adalah mempersiapkan generasi Indonesia 2045 yang akan datang yang akan mengisi pengembangan dunia usaha ketika kita sudah melaksanakan program pengembangan wirausaha melalui program wirausaha merdeka,” tutur Rektor
Pejuang masa depan bangsa ini adalah para pelaku usaha. Kedepan, Bangsa Indonesia membutuhkan stabilitas pertumbuhan ekonomi, yang mana bisa menyelesaikan persoalan tingkat pengangguran yang tinggi di Indonesia. Untuk itu, hal yang bisa menyelesaikan permasalahan ini adalah bagaimanaa pelaku usaha dan alumni-alumni perguruan tinggi didorong untuk menjadi pengusaha sehingga berkontribusi nyata dalam rangka meyelesaikan persolan pengangguran dan kemiskinan. Sekaligus dalam rangka meningkatkan income perkapita, yang menajdi ukuran majunya sebuah negara bukan hanya sekedar dari kemajuan teknologi, tetapi juga berapa besarnya income perkapita dari masyarakat/penduduk negara itu. Rektor berharap agar dimasa depan Perguruan Tinggi sanggup mencetak wirausahawan unggul dan sejati.





Previous post
Seminar Internasional The 3rd HESICON “Dillemas and Problem Solving of Health in Wetlands Environment”
Next post

