Seminar Internasional The 3rd HESICON “Dillemas and Problem Solving of Health in Wetlands Environment”
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 14 December 2022
BANJARMASIN – Unit Pusat Riset (UPR) Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) menggelar seminar The 3rd HESICON yang dilaksanakan selama dua hari pada 13 s.d 14 Desember 2022. Seminar tahun ini mengambil tema “Dillemas and Problem Solving of Health in Wetlands Environment” menghadirkan Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad, SE. MSi, sebagai keynote speaker. Ketua Research Center FK ULM, Prof. Dr. Nia Kania, dr.Sp.PA(K), mewakili Dekan dan sebagai ketua panitia dan juga membuka acara ini. Seminar ini juga diisi oleh narusumber nasional dan Internasional yaitu Prof. Hj Bethy S. Hernowo, dr.Sp. PA(K) Ph.D (Universitas Padjajaran), dr. Sasongko Hadi Priyono Sp. B(K) -Onk (RSU Ulin) dan Dr Kemala Rita Wahidi S.Kp., Sp.Kep.Onk., ETN., MARS., FISQua. (Himpunan Perawat Onkologi Indonesia) pada hari pertama dan pada hari kedua, Rabu (14/12/2022), akan diisi Prof. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D (Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Irawan Satriotomo, M.D., Ph. D (University of Florida, USA), dan Didy Ariady, SKM., M.Kes. (IAKMI Kalsel). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (offline hadir langsung dan online melalui zoom meeting), peserta terdiri dari para profesional, dosen, peneliti dan mahasiswa.
Dalam laporan dan sambutan, Prof. Nia menyampaikan, Unit Pusat Riset adalah bagian dari Fakultas Kedokteran ULM bertujuan mendukung program mahasiswa, dosen dan para peneliti untuk melakukan penelitian.
“Unit riset ini mewadahi kegiatan riset, publikasi penelitian dan update keilmuan. Jadi kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun dan ini sudah tahun ketiga,” terangnya.
Lingkungan lahan basah merupakan dimensi fisik yang berkaitan erat dengan Kesehatan masyarakat di sekitarnya khususnya di Kalimantan Selatan. “Lingkungan lahan basah sudah banyak dikaitkan dengan sejumlah penyakit, dampak kesehatan lainnya di antaranya cemaran logam berat, atau pestisida yang menimbulkan risiko kesehatan,” urai Prof Nia. Untuk itu, diperlukan pengetahuan terkini dan kerja sama berbagai pihak sebagai langkah pemecahan masalah kesehatan di lingkungan tersebut. “Kami harapkan, seminar ini juga bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terkait masalah kesehatan di lingkungan lahan basah,” tutup Prof Nia.
Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad, SE. MSi, mengapresiasi upaya Fakultas Kedokteran untuk menyelenggarakan seminar ini. Menurut Rektor, berbicara tentang lingkungan lahan basah berarti berbicara secara khusus tentang geografi Kalimantan Selatan yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan basah.
“Di kalangan ilmuwan, khususnya di Universitas Lambung Mangkurat, lahan basah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, wilayah pesisir, pegunungan, bekas tambang batu bara yang topografinya berubah menjadi danau kecil atau besar, dan juga termasuk dalam lahan basah.” Ucap Rektor. Ada pula lahan basah yang termasuk kategori rawa-rawa yang juga dikenal masyarakat Kalimantan Selatan.
Rektor juga mengatakan bahwa ada yang memanfaatkan wilayah lahan basahnya sebagai sumber utama pertanian dan kawasan wisata.
“Contoh dari Kalsel adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang menggunakan kawasan rawa sebagai atraksi kerbau rawa. Ini merupakan event lokal yang diharapkan bisa menjadi nasional. Karena banyak kabupaten lain yang tidak memiliki kawasan seperti itu,” jelasnya. Dengan kata lain, kata Rektor, diharapkan Universitas Lambung Mangkurat dapat mengangkat potensi tersebut ke tingkat internasional. “Untuk itu, sekali lagi terima kasih kepada Prof. Nia dan teman-teman lainnya yang mengajukan pertanyaan tentang kemungkinan pemanfaatan lahan basah dari perspektif yang berbeda,” pungkas Rektor.

