ULM Masuk dalam 10 Besar Universitas Penerima Beasiswa ADik Disabilitas 2022 dan KIP Kuliah
Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah mengumumkan hasil seleksi Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Disabilitas tahun 2022. Dari 340 penyandang disabilitas yang mendaftar pada Oktober 2022 lalu, sebanyak 261 orang berhasil lolos seleksi dan diberi kesempatan untuk menjalani perkuliahan di 80 perguruan tinggi akademik dan vokasi, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Indonesia.
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang merupakan kampus inklusif turut masuk dalam pengumuman beasiswa Adik oleh Pusdiklat tersebut. Dari data yang dimiliki Puslapdik, 10 kampus yang terbanyak menerima mahasiswa ADik Disabilitas 2022 adalah:
- Universitas Negeri Jakarta-UNJ (Jakarta) yang menerima 11 mahasiswa penyandang disabilitas fisik dan sensorik. Mereka tersebar di berbagai program studi;
- Universitas Muhammadiyah Purworejo yang menerima 11 mahasiswa penyandang disabilitas fisik di berbagai program studi;
- Universitas Brawijaya-Unbraw (Malang) yang menerima 10 mahasiswa penyandang disabilitas fisik dan sensorik. Mereka tersebar di berbagai program studi;.
- Universitas Islam Nusantara-Uninus (Bandung) yang menerima 10 mahasiswa penyandang disabilitas sensorik di program studi Pendidikan Luar Biasa;
- Universitas Lambung Mangkurat-Unlam (Banjarmasin) yang menerima 10 mahasiswa penyandang disabilitas intelektual dan sensorik yang sebagian besar diterima di Program Studi Pendidikan Luar Biasa dan 1 orang di program studi lain;
- Universitas Negeri Surabaya yang menerima 10 mahasiswa penyandang semua jenis disabilitas di program studi Pendidikan Luar Biasa;
- Universitas Pamulang (Tangerang Selatan), yang menerima 9 mahasiswa penyandang disabilitas sensorik di berbagai program studi;
- Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna (Medan) yang menerima mahasiswa disabilitas sensorik, fisik, dan intelektual di Program Studi Ilmu Keolahragaan;
- Universitas PGRI Argopuro (Jember) yang menerima 10 mahasiswa penyandang disabilitas fisik dan sensorik di Program Studi Pendidikan Luar Biasa;
- Universitas Negeri Sebelas Maret (Solo) yang menerima 10 mahasiswa penyandang fisik dan sensorik di berbagai program studi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, SE., M.Si menyatakan bahwa penerima dan beasiswa mahasiswa disabilitas selain amanat undang-undang juga merupakan komitmen ULM dalam mewujudkan kampus inklusif. Sejak berlakunya Peraturan Menristekdikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi, ULM sudah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada tahun 2018, memiliki Prodi Pendidikan Khusus, dan juga meluluskan 9 mahasiswa disabilitas pada tahun 2022.
Selain beasiswa Adik Disabilitas, Mahasiswa disabilitas ULM juga menerima beasiswa KIP Kuliah pada Tahun 2020 dan 2021, tercatat menerima difabel penerima KIP Kuliah pada kategori disabilitas fisik dan disabilitas intelektual. Data Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), sejak tahun 2019 sampai 2022, tercatat ada sebanyak 57 penyandang disabilitas yang memperoleh KIP Kuliah.

