ULM dan UPI Selenggarakan Seminar Internasional ACEC 2022
The 4th Annual Civic Education Conference (ACEC) digelar pada tahun 2022 di Banjarmasin, tepatnya Gedung Mahligai Pancasila. Konferensi tahunan ke-4 studi Pendidikan Kewarganegaraan ini digelar dari tanggal 17-19 Juni 2022. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dalam penyelenggaran ACEC 2022 yang merupakan konferensi tingkat internasional. Penyelenggaraan ACEC 2022 juga didukung oleh Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) dan Konsorsium Keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia.
Pada penyelenggaraannya tahun ini, ACEC mengambil tema “Critical Digital Pedagogy and Reprogramming Civic Education of Indonesia” dengan total 28 lingkup topik. ACEC 2022 menghadirkan 6 pembicara, di antaranya:
- Berthold Damshäuser(OstR,-i-H.) M.A dari University of Bonn, German
- Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D. dari Educational and Cultural Attache, Indonesian Embassy, Washington, D.D.USA
- Yuki Nakata Ueki dari Toyo University, Tokyo, Japan
- Dr. Sapriya, M.Ed. dari Universitas Pendidikan Indonesia
- Dr. Karim Suryadi, M.Si dari Universitas Pendidikan Indonesia
- Madya Nadarajan Thambu, Ph.D. Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia
Sementara itu, Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc menjadi Keynote Speaker pada ACEC 2022 hari Sabtu (18/6/2022). ACEC 2022 juga menghadirkan Coaching Clinic yang diampu oleh Guru Besar Ilmu Pendidikan Kewarganergaraan UPI Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd. dan Asisten Profesor Departemen Pendidikan Geografi UPI Dr. rer.nat. Nandi, M.T. M.Sc.
Perkembangan era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0 mengubah cara berpikir dan praktik pembelajaran PKn menuju metode belajar digital yang kritis. Oleh karena itu, perlu memprogram ulang pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dalam kerangka praktik Metode Pembelajaran Digital Kritis untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik di era digital.
Konferensi Pendidikan Kewarganegaraan Tahunan Keempat adalah platform interdisipliner dan multidisiplin yang bertujuan untuk membawa para ahli terkemuka, pendidik, pembuat kebijakan, peneliti, dosen, guru dan mahasiswa untuk mengkaji dan mengambil peran strategis dalam mengembangkan Pedagogi Digital Kritis dan implikasinya bagi pendidikan kewarganegaraan.

