ULM Kenalkan Konsep Biosecurity & Pembuatan Jamu Ternak di Ponpes Nurul Muhibbin Halong
Tim Peternakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan pelatihan biosecurity ternak & pembuatan jamu ternak di Ponpes Nurul Muhibbin, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan pada Sabtu (4/12/2021).
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) kerjasama antara ULM dan P.T. Adaro. Koordinator Tim Kesehatan Peternakan Hewan dari ULM Prof. Dr. Ir. H. Danang Biyatmoko, M.Si., menyatakan Ponpes Nurul Muhibbin dipilih sebagai lokasi pelatihan karena merupakan satu-satunya ponpes binaan Adaro yang memiliki peternakan ayam petelur.
“Peternakan ayam rentan dengan masalah sanitasi seperti kotoran, bau, dan lingkungan yang tidak bersih. Oleh karena itu, jika program ini berjalan dengan baik, peternakan ayam ponpes Nurul Muhibbin dapat dijadikan acuan untuk peternakan ayam lainnya di kawasan Halong,” ungkapnya.
Kegiatan ini meliputi penyampaian materi dari drh. Asep Yusuf mengenai konsep dan penerapan biosecurity pada usaha peternakan. Konsep biosecurity adalah upaya untuk mengendalikan wabah agar dapat meminimalisir penyebaran penyakit dalam peternakan.
Biosecurity mencakup tiga kegiatan: yang pertama adalah isolasi, yaitu pemisahan hewan ternak yang sehat dan sakit dengan melakukan isolasi sehingga penyakit yang diderita hewan ternak akan lebih mudah dikontrol. Berikutnya adalah pengaturan lalu lintas keluar masuknya hewan atau orang di peternakan. Yang terakhir ada sanitasi kandang, yakni pembersihan dan disinfektasi peternakan.
Peternakan yang menerapkan biosecurity dirancang untuk menghasilkan produk peternakan yang ASUH: Aman (tidak mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan), Sehat (pemeliharaan hewan ternak yang baik), Utuh (produk murni tanpa bahan campuran), dan Halal (perawatan ternak sesuai syariat Islam). Kriteria tersebut sangat penting bagi konsumen, terutama di kalangan ponpes yang seluruh siswanya merupakan muslim.
Selain pelatihan biosecurity, ULM juga memberikan pelatihan pembuatan jamu ternak. Pemerintah Indonesia telah melarang penggunaan antibiotik untuk hewan sejak tahun 2018. Sejak saat itu, perguruan-perguruan tinggi di Indonesia termasuk ULM mulai menciptakan alternatif obat herbal bagi kesehatan ternak. Jamu ternak sendiri adalah ramuan yang telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan alami dan aman dikonsumsi hewan ternak.
Pelatihan pembuatan jamu ternak oleh Prof. Tintin dan tim peternakan ULM di Ponpes Nurul Muhibbin, Balangan (4/12/2021)
Proses pembuatan jamu ternak dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Hj. Tintin Rostini, S.Pt., MP., IPM. Di hadapan sejumlah pengurus ponpes dan santri, tim dosen mengajari langkah demi langkah cara produksi jamu ternak. Bahan-bahan herbal yang digunakan dalam jamu ini seperti daun sirih, kencur, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, dan temulawak.
“Jamu ternak ini berfungsi untuk meningkatkan imun ayam petelur, apalagi sekarang sedang terjadi musim pancaroba. Selain itu, diharapkan konsumsi jamu ternak dapat menjaga tingkat produksi telur yang sudah tinggi di Ponpes Nurul Muhibbin,” ucap Prof. Danang.
Di lain sisi, local expert peternakan yang biasa disapa disapa Pak Didi menyampaikan antusiasmenya pada pelatihan ini.
“Kami berharap santri di Ponpes Nurul Muhibbin mendapat ilmu dan bekal yang mumpuni dari pelatihan biosecurity ternak hari ini,” ucap Didi. (Tim Media & Publikasi PASS ULM)

