KAMPUS MERDEKA JADI FOKUS FORUM WAKIL REKTOR II
Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah even tingkat nasional yaitu Forum Wakil Rektor II se-Indonesia yang berlangsung pada 14 s.d 16 Februari 2020 yang dihadir oleh 60 orang WR II dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Acara pembukaan berlangsung di Lecture Hall General Building ULM dan dihadiri oleh Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., Ketua Forum Wakil Rektor II Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., Direktur PPK BLU Kementerian Keuangan Ari Wahyuni, S.H., M.P.M., Wakil Rektor ULM, Wakil Rektor II dari PTN seluruh Indonesia, dan Dekan Fakultas ULM.
Dalam sambutannya Ketua Prof. Dr. I Wayan Nasmawan, M.Pd menjelaskan bahwa tema besar yang diusung pada forum sebelumnya adalah kemerdekaan pengelolaan di perguruan tinggi, hal ini sebelum Menteri mencetuskan program Kampus Merdeka. Forum Wakil Rektor sudah melihat pentingnya hal ini karena beberapa PTN yang berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) menghadapi permasalah sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, dan masalah lainnya terkait peraturan dan kebijakan yang ada. Beliau berharap dari forum ini akan lahir ide besar seperti gagasan yang diinginkan Menteri. Kedepan dengan 4 kebijakan dasar perguruan tinggi dimana salah satunya mendorong PTN menjadi Badan Hukum (BH), kita dapat saling menguatkan atau mengkritisi bentuk Badan Hukum ini.
Pada sambutan sekaligus membuka acara, Rektor ULM sadar bahwa isu Kampus Merdeka sedang hangat saat ini. Beliau juga melihat kita harus siap menanggapinya karena perguruan tinggi menjadi garda depan dalam kebijakan ini. Rektor melihat banyak sisi positif atas kebijakan Kampus Merdeka karena kita bisa merasakan beberapa aturan membatasi keinginan kita untuk berkembang dan menjalankan roda kegiatan kampus. Penelitian di Amerika memproyeksikan 40-50 persen perguruan tinggi yang tutup dalam 10 tahun kedepan. Hal ini terjadi karena kedepannya perusahaan akan mencari kompetensi seseorang bukan ijazah yang dia peroleh dari perguruan tinggi. Saat ini pengetahuan dan keahlian bisa didapat dari berbagai macam sumber dan tidak hanya dari kampus. Bahkan pembelajaran daring dinilai lebih efektif dibanding pembelajaran tatap muka di kampus. Jika kita tetap bertahan pada model pembelajaran lama tersebut maka orang-orang akan lebih memilih belajar mandiri dibanding belajar di perguruan tinggi. “Kampus Merdeka bisa menjadi solusi karena hal itu memungkinkan kampus membuka program studi yang relevan dengan kebutuhan. Proses akreditasi yang lebih mudah membuat kampus tidak repot dan menghabiskan waktu menyiapkan borang dan hal lainnya. Program 5 semester dikampus dan 3 di lapangan pekerjaan akan lebih membuat mahasiswa lebih siap menghadapi kedepannya” terang Rektor. Beliau juga berharap dalam diskusi hari ini bisa menghasilkan rekomendasi yang akan membantu Menteri dalam program Kampus Merdeka yang efektif dan bagus untuk kita semua.
Wakil Rektor II dalam laporannya berterima kasih atas apresiasi dan kepercayaan dari para Wakil Rektor II yang diberikan kepada ULM dan kehadirannya pada acara kali ini. Tidak lupa apresiasi kepada mitra yang turun mendukung acara ini. Harapannya dari sini kita akan menghasilkan rekomendasi bagi universitas-universitas menuju BLU maupun BH. (Humas ULM)

