NO CHILD LEFT BEHIND DALAM PROSES PERKULIAHAN
Banjarmasin, dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, wawasan tentang prinsip-prinsip pedagogik, metodologi dan keterampilan mengajar dosen serta meningkatkan kualitas proses belajar dan hasil belajar mahasiswa di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) mengadakan workshop dengan tema “Desain Pembelajaran Pendidikan Tinggi Merujuk Pada KKNI dan SN Dikti” di Aula gedung LP3, Senin (29-07-2019). Kegiatan ini dibuka oleh Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., dan dihadiri oleh Ketua LP3 Dr. Ir. Gusti Rusmayadi, M.Si., narasumber Prof. Dr. Bermawy Munthe, M.A. dari UIN Sunan Kalijaga dan Dosen di lingkungan ULM.
Dalam sambutannya Rektor melihat bahwa dosen merupakan kunci dalam proses pembelajaran. Sebab dosen merupakan dirigen di ruang kelas dimana arah dan gaya suatu proses mengajar tergantung pada dia. Seiring dengan perkembangan zaman cara mengajar juga berkembang, disini dosen turut serta harus menyesuaikan dengan hal tersebut. Paradigma yang ada saat ini menekankan pada dosen memberi ilmu kepada mahasiswa seperti proses pengisian air dari teko ke dalam botol. Cara ini dinilai baik karena dosen adalah orang yang menguasai ilmu pengetahuan sesuai bidangnya memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Tapi untuk bisa efektif botol harus bisa tenang ketika dituangkan air.
Paradigma baru yang Rektor lihat pada sekolah dasar di Jepang adalah guru ketika pengajar tidak langsung memberikan materi dengan cara ceramah, tapi membiarkan muridnya berkreasi dengan alat yang ada secara berkelompok dan berusaha memecahkan masalah. Meskipun suasana di dalam kelas terlihat kacau, tapi murid terlihat serius belajar sedangkan guru berperan sebagai pengawas serta pemberi masukan. Dari situ Rektor melihat bahwa inti dari pembelajaran adalah agar siswa mengetahui konsep pengetahuan yang diajarkan. Sudah saatnya kita memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengeksporasi konsep yang dosen ajarkan. Memang kesempatan tersebut akan mengurangi peran dosen, namun hal itu membuat proses transfer pengetahuan berjalan lebih baik. Dengan memberikan kesempatan mahasiswa berekplorasi, mereka dapat membangun pola pembelajaran dan pemahanan yang mandiri.
Pada kesempatan ini Rektor berharap kita belajar mendesain pembelajaran yang baik dan menarik agar penyampian materi bisa maksimal. Konsep no chilld left behind juga perlu dipertimbangan dimana jika ada 40 siswa yang ada, maka semua harus paham tentang konsep yang diajarkan. Sebab tanggung jawab dosen adalah memastikan muridnya mengerti dan memahami apa yang diajarkan. (Humas ULM)

