MENOLAK LUPA SEBAGAI KAMPUS PERJUANGAN
Universitas Lambung Mangkurat yang lahir dari rahim seorang pejuang membuat perguruan tinggi tertua di Kalimantan ini dijuluki sebagai kampus perjuangan. Banyak nama pahlawan yang telah gugur pada masa orde lama dimana mereka memperjuangkan harapan dan aspirasi dari masyarakat. Di Banjarmasin, nama Hasanudin HM dikenal sebagai pahlawan ampera pertama yang gugur pada saat berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut Tritura atas pemerintahan Orde Lama. Untuk mengenang kembali peristiwa tersebut dan sekaligus mengingat kembali bahwa ULM merupakan kampus perjuangan, Badan Eksekutif Mahasiswa mengadakan diskusi dan silaturahmi bersama ormawa dan juga alumni dari ULM dengan mengangkat tema “Menolak Lupa ULM sebagai Kampus Perjuangan” bertempat di aula Rektorat lt.1, Selasa (13/02/2018). Dengan mengundang narasumber yang merupakan aktivis eksponen ’66 Drs. H. Yusriansyah Aziz dan juga praktisi sejarah Mansyur, S.Pd., M.Hum, diskusi ini kembali membahas terkait dengan gugurnya pahlawan Ampera Hasanudin HM yang merupakan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat. Sebelum pemaparan dari narasumber, kisah heroik para pejuang dari ULM diceritakan kembali dengan singkat oleh ketua BEM terpilih Aldy dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh mahasiswa.
Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc dalam kesempatan tersebut juga menceritakan kepada mahasiswa mengenai latar belakang berdirinya Universitas Lambung Mangkurat. Dengan semangatnya Rektor menyampaikan bahwa berdirinya ULM ditahun 1958 tidak lepas dari jasa-jasa para pejuang yang mempertahankan kemerdakaan dan mendukung pembangunan untuk Kalimantan yang tergabung dalam Divisi IV ALRI Pertahanan pada saat itu. ULM didirikan dengan maksud untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Sebagai Universitas Perjuangan ULM mewarisi semangat nasionalisme dari Brigjend H. Hasan Basry dan ULM berkewajiban menjaga negara kesatuan republik Indonesia, kata Rektor. Hal yang sama juga disampaikan oleh Pangeran H (G) Rusdi Effendi AR, Ketua IKA ULM ini menyampaikan bagaimana semangat juang mahasiswa pada era orde lama untuk menyampaikan kebenaran. Kisah perjuangan pahlawan ampera ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa sekarang dimana para mahasiswa harus siap memperjuangkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat selama itu benar. (Humas ULM)
