KONFERENSI ANTARBANGSA ISLAM BORNEO KE IX
Banjarmasin (06/09), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi tuan rumah Konferensi Antarabangsa Islam Borneo ke-9 (KAIB IX), dengan Tema Melestarikan Halal dan Memprakarsa Dakwah di Borneo. Acara berlangsung di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, yang dihadiri oleh Gubernur Kal-Sel H. Sahbirin Noor, S.Sos.,MH, Timbalan Ketua Menteri Sarawak Datuk Amar Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tuan Abang Haji Openg, Mufti Kerajaan Negeri Serawak Sahibus Samahah Datu Haji Kipli bin Haji Yassin, Mufti Kerajaan Negeri Sabah Dato Bungsu Ilyas Aziz bi Haji Jaafar, Rektor University of Technology Mara (UiTM) Sarawak Datuk Dr. Haji Abdul Kadir bin Haji Rosline, Rektor UiTM Sabah Prof. Dato Dr. Jamil bin Haji Hamali, Pemangku Ketua Hakim Syarie Sarawak Yang Arif Tuan Haji Awang Suhaili bin Ledi, Penolong Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali Dr. Arman bin Haji Asmad, Rektor ULM yang diwakili oleh Wakil Rektor I Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si, Wakil Rektor III Dr. Ir. Abrani Sulaiman, M.Sc, Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc, Walikota Banjarmasin yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dekan di lingkungan ULM, para pembentang (pembicara) dan peserta konferensi.
Wakil Rektor I mengucapkan selamat datang kepada para tamu dan peserta konferensi di bumi Mangkurat. Beliau memaparkan bahwa konferensi ini merupakan wujud persaudaraan antarabangsa Islam Borneo. Hal ini dapat menjadi batu loncatan kebangkitan bersama dengan mewujudkan dakwah yang lebih luas dalam rangka membangun peradaban Islam di tanah Borneo. Dalam membangun peradaban Islam yang kuat diperlukan ilmu pengetahuan yang dibangun melalui pendekatan riset multi disiplin. Oleh karena itu, diharapkan kerjasama antar Perguruan Tinggi di kawasan Borneo dapat dioptimalkan agar dapat memberikan solusi tuntas untuk tantangan pembangunan regional di Pulau Borneo melalui kontribusi secara maksimal dan kerja bahu-membahu antar 3 negara. Beliau juga mengharapkan konferensi internasional ini dapat melahirkan ide-ide baru cemerlang untuk kemajuan pembangunan di Pulau Borneo serta perkembangan organisasi Konferensi Antarabangsa Islam Borneo (KAIB) di masa yang akan datang. Beliau menegaskan agar ke depannya semua PT di kawasan Borneo dapat diajak berkolaborasi menjadi anggota KAIB.
Dalam sambutan yang sekaligus membuka acara secara resmi, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa Pulau Borneo merupakan pulau terbesar ke-3 di dunia dengan melimpahnya sumber daya alam, keanekaragaman flora dan fauna, serta kayanya seni dan budaya. Pulau Borneo juga uniknya dihuni oleh masyarakat 3 negara, yaitu negara Indonesia, Brunei Darussalam, dan Kerajaan Malaysia. Ketiga bangsa tersebut memiliki tanggung jawab dan tantangan bersama untuk membangun peradaban Islam yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Borneo. Sebagai pulau pemersatu Borneo memiliki sumber daya alam yang berlimpah, Kalimantan diharapkan oleh masyarakat dunia untuk mampu mengurangi dampak dari pemanasan global.Perguruan tinggi di Kalimantan khususnya ULM agar dapat terus menjalin kerjasama yang efektif dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia dan Brunei agar dapat membantu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing demi kemajuan di Kalimantan.
Konfrensi ini merupakan agenda tahunan berkumpulnya para pakar dari berbagai bidang ilmu untuk membahas pemikiran-pemikiran atau temuan-temuan hasil penelitian yang memiliki keterkaitan dengan konsep dalam ajaran Islam. Konfrensi KAIB IX dihadiri 127 peserta dari 3 negara, yaitu Malaysia (Sabah dan Serawak), Brunei Darusalam, dan Indonesia. Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan mendapat apresiasi yang baik dari semua peserta. Tahun 2017 konfrensi KAIB X akan dilaksanakan di Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur. Sampai saat ini 7 institusi yang memprakarsai konfrensi ini, yaitu UiTM Sabah, UiTM Serawak, Universiti Islam Sultan Syarif Ali Brunei Darusalam, Universitas Mulawarman, Pusat Penyelidikan dan Pengembangan Islam Borneo, KUPUSB, dan Universitas Lambung Mangkurat. Diharapkan dalam konfrensi ini ada temuan-temuan atau pemikiran-pemikiran baru dari para pemikiran di Bumi Borneo yang sesuai dengan konsep dalam ajaran Islam, selain terjalin kerjasama yang kuat dalam pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan sumber daya manusia yang handal. (Humas ULM)

