HUTAN HARUS BERMANFAAT DAN MEMBUAT RAKYAT SEJAHTERA
“Pemerintah bertekad mensejahterakan masyarakat hutan melalui perhutanan sosial” demikian ditegaskan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ketika melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan hutan kemasyarakatan (HKm) di Desa Tebing Siring, Tanah Laut (28/08/16). Acara ini juga dihadiri Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Hadi Daryanto, Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc, Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut, Kepala UPT Lingkup Kemen LHK, akademisi Fahutan, Politeknik Negeri Tala, dan Kelompok Tani HKM se- Tala.
Pembanguan HKm di Desa Tebing Siring merupakan upaya kolaboratif membangun hutan lindung pada lahan kritis melalui Perhutanan Sosial (Social Forestry) di Desa Tebing Siring Kabupaten Tanah Laut berdasarkan MoU Project Agreement antara Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, Japan International Forestry Promotion And Cooperation Center (JIFPRO), dan Environmental Planning Laboratory, School of Human Sciences, Waseda University. Dalam perkembangan selanjutnya juga melibatkan parapihak seperti Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut, PT. Bridgestone Kalimantan Plantation, Bridgestone Jepang, dan Balai Pengelolaan DAS Barito. Menurut Dr. Mahrus Aryadi (Koordinator Pendamping dari Fahutan ULM), program ini dimulai sejak tahun 2012 dengan kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat (sosialisasi, pelatihan teknis, fasilitasi pembentukan, pembinaan dan pendampingan kelompok Tani hutan), riset sosial ekonomi budaya masyarakat, survey vegetasi hutan sekunder, pembangunan model forest, arboretum, pembuatan tanaman dengan pola agroforestri, dan pengkayaan tanaman lokal dalam rangka menambah keanekaragaman jenis. “Saat ini sudah berhasil dibangun hutan seluas 148 ha dengan berbagai jenis tanaman hutan, buah, tanaman pangan, dan pakan lebah” ujarnya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc menyampaikan sangat mengapresiasi upaya nyata yang digagas akademisi Fakultas Kehutanan ULM dalam rangka memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi dengan anggota Kelompok Tani HKm se Kab Tanah Laut. Masyarakat pun sangat antusias menyampaikan hal-hal yang terkait dengan HKm, mulai dari persoalan lahan yang belum sepenuhnya clear and clean, masukan perlunya tata batas desa definitif, pengembangan ekowisata di lahan HKm. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan W-Bridge Project ini tergolong tinggi yang ditandai dengan kehadiran dalam pertemuan, semangat kegotongroyongan, kemauan dan kemampuan menyampaikan ide dan gagasan, solidaritas yang tinggi dan partisipasi aktif dalam pembangunan fisik bahkan dengan dana yang terbatas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi. (Humas ULM/Mahamtri)

