MENERAPKAN POLA AGROFORESTRY DALAM PEMBANGUNAN HUTAN
Banjarbaru, Rabu (12/05/2016), bertempat di Hotel Roditha, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar seminar nasional dengan tema “Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestry untuk Kemandirian Masyarakat dan Daya Saing Bangsa”. Seminar ini terselenggara berkat kerjasama antara Fakultas Kehutanan ULM, Waseda University, Jepang, Japan International Forestry Promotion and Corporation Center (JIFRO), W-Bridge Project, Bridgestone Japan, PT Bridgestone Kalimantan dan Dinas Kehutanan Kabupaten tanah Laut. Hadir dalam seminar tersebut, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Hadi Daryanto, Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. H. Rahmadi Kurdi,M.M, Prof. Yasushi Morikawadari Waseda University, 2 orang dari Bridgestone Japan, 1 orang dari W-Bridge Project, Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, Prof. Dr. Ir. H. Gt. Muhammad Hatta, M.S yang merupakan guru besar Fakultas Kehutanan ULM, Rektor ULM, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc, Wakil Rektor IV ULM, Prof. Dr.Ir.H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc, staf dosen berbagai Perguruan Tinggi seperti secara kelembagaan dapat kami sebutkan bahwa pemakalah berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti UGM, Yogyakarta, ULM, IPB, Bogor, Universitas Palangkaraya, Universitas Andalas Padang, Universitas Lampung.
Sementara itu pemakalah juga berasal dari peneliti dan fungsional UPT Kementerian, dapat kami sebutkan diantaranya Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru, Balai Penelitian Kehutanan Makasar, Balitbang Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor, Balai Besar Kerajinan dan Batik, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Banjarbaru dan Mahakam Kalimantan Timur, Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa Samarinda, BP2HP Banjarbaru, dan Balai Penelitian Teknologi Agroforestri pihak LSM juga berkontribusi dalam menyampaikan makalah yang berasal dari lembaga Kawal Borneo dan KBCF yang jumlah seluruh peserta seminar 140 orang.
Dr. Hamdani Fauzi, selaku ketua panitia pelaksana dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama antara Fakultas Kehutanan ULM dengan Waseda University telah terjalin sejak tahun 2011, dengan kegiatan utama adalah melaksanakan kegiatan “ Rehabilitasi Hutan Lindung dengan penerapan Pola Agroforestry, di desa Tebing Siring Kabupaten Tanah Laut, yang sampai saat ini masih berlangsung. Dalam sambutannya, Rektor ULM memberikan apresiasi atas pelaksanaan seminar tersebut yang merupakan event dengan tema yang sejalan dengan visi ULM dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Fakultas Kehutanan sangat membantu dalam upaya meningkatkan Akreditasi ULM
Sebelum dilakukan pemaparan makalah oleh para peneliti, Direktur Jenderal Hutan Kemasyarakatan dan KemitraanLingkungan, Dr. Hadi Daryanto meyampaikan Keynote speech berkenaan dengan perkembangan pelaksanaan Social Forestry di Indonesia. Seminar dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama dengan menghadirkan 3 pemakalah utama: Prof. Yasushi Morikawa (Waseda University Jepang & JIFPRO) memaparkan tentang W-Bridge Project in South Kalimantan: Forest Rehabilitation through Social Forestry based on Agroforestry Approach, Ir. H. AkhmadHairin, M.P selaku Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut menguraikan tentang Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Percepatan Perhutanan Sosial mendukung Pengelolaan Hutan Lestari, danDr. Mahrus Aryadi, M.Sc dosen Fakultas Kehutanan ULM mempresentasikan makalah dengan topic Rekonstruksi Sosial Sebagai dasar keberlanjutan Perhutanan Sosial berbasis Agroforestri.
Mengingat banyaknya makalah yang akan dipresentasikan, pada sesi kedua yaitu mencapai 46 makalah, pelaksaanaan seminar dibagi menjadi 3 komisi. Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis, SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Penetapan Areal Kerja Hutan Kemasyarakatan seluas 8.860 Ha di Kabupaten Tanah Laut oleh Dirjen PSKL kepada 77 Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan yang diwakili oleh Gajali Rahman, Ketua KTHKm INGIN MAJU Desa Tebing Siring. Bagi Gajali ini merupakan hasil penantian panjang sejak tahun 2011 mengusulkan ijin HKm kepada Menhut. Selama proses menunggu terbitnya SK PAK HKm, Gajali dan kelompoknya telah berhasil membangun Hutan Lindung Gunung Langkaras seluas 118 ha yang dulunya kondisi sangat kritis dan terbakar setiap musim kemarau. (Humas ULM)

