KONSORSIUM RISET PENGELOLAAN HUTAN TROPIS BERKELANJUTAN DITETAPKAN SEBAGAI PUSAT UNGGULAN IPTEKS NASIONAL 2016-2018
Pada tanggal 15 Desember 2015 merupakan hari yang bersejarah bagi Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan atau disingkat KR-PHTB, karena pada tanggal tersebut KR-PHTB ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) secara nasional oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi. Sertifikat penetapan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) nasional diserahkan secara formal kepada Ketua KR-PHTB Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc. disaksikan oleh anggota dan mitra KR-PHTB, dan seluruh PUI di seluruh Indonesia, serta pengusaha dan lembaga litbang. Tantangan baru menanti KR-PHTB dengan ditetapkan sebagai PUI nasional sebab akan menjadi acuan nasional dalam pengelolaan hutan tropis berkelanjutan, serta konsorsium pertama yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK nasional dibawah pembinaan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi dimana hasil penilaian pada tahun ke-tiga telah mencapai nilai hampir 1000 poin dari minimal 850 poin yang harus diperoleh untuk menjadi pusat unggulan iptek.
Perlu diketahui KR-PHTB ini merupakan konsorsium dari 3 institusi, yaitu Pusat Kajian Hutan Tropis di bawah LPPM Unlam, Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Balai Riset dan Standardisasi Industri (BARISTAND) Banjarbaru dibawah Kementerian Perindustrian. Selain itu KR-PHTB memiliki mitra BALITBANGDA Prop. Kal-Sel dan PT. Jorong Barutama Greston (PT.JBG). KR-PHTB telah dibina oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2013,dan terus menerus disupervisi dan monev sebanyak 2-3 kali per tahun. Target yang dinilai terdiri dari dua bagian, yaitu academic excellence dan komersialisasi dan pemanfaatan hasil riset. Hingga kini KR-PHTB sudah mengkomersialisasi beberapa produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), yaitu forest tea, pupuk organik BIOCOM, pupuk organik cair BIOFER, madu hutan Bitter Honey, dan produk instant herbal. Kedepan masih banyak lagi produk yang akan dikembangkan terutama menghilirisasi produk-produk Hasil Hutan Bukan Kayu lainnya. (Humas UNLAM)

