INOVASI KRPHTB MASUK HARIAN KOMPAS
Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan (KRPHTB) merupakan satu dari 27 lembaga litbang/konsorsium riset yang pada 2013 dipilih untuk dibina Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementerian Ristek dan Dikti).
Rabu (1/7/15) pada halaman 13 media cetak harian Kompas memuat berita mengenai Pusat Unggulan IPTEK yang berinovasi dalam melestarikan hutan, sesuai yang dikutip dari harian Kompas Dalam tiga tahun sejak didirikan, KRPHTB menghasilkan produk nonkayu siap dikomersialkan. Produk itu antara lain madu hutan dan herbal berbahan dasar tumbuhan hutan berkhasiat obat. Madu pahit dari hutan berkhasiat anti radang, antioksidan, dan anti diabetes. Madu dihasilkan lebah yang mengonsumsi bunga sungkai (Peronema canescens), kayu asli Kalimantan dengan kandungan alkaloid tinggi.
Kepala KRPHTB Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc yang juga sebagai Wakil Rektor IV mengatakan ada produk inovasi berupa Teh Herbal. Teh herbal ini diuji coba di laboratorium biokimia Fakultas Kedokteran Unlam. Teh herbal itu juga berfungsi sebagai antioksidan, anti diabetes, dan anti radang, dan Teh ini siap dipasarkan 2015.
Dalam harian kompas Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc juga menambahkan hasil inovasi itu di diseminasikan kepada masyarakat lewat pelatihan bagi IKM. Dengan pengenalan produk hutan nonkayu, warga di 13 kabupaten di pegunungan Meratus di Kalsel diharapkan tak lagi merusak hutan bahkan menjaga hutan karena perekonomian tergantung ekosistem hutan. (Humas Unlam)
