Unlam dan Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp., S.T., M.Kes. mendapat penghargaan MURI
Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp., S.T., M.Kes., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat pada hari ini, Kamis, 11 Juni 2015, Pukul 10.00 WITA, bertempat di Aula lantai 1 Rektorat Unlam. Acara tersebut dihadiri oleh anggota senat Universitas, dosen dan mahasiswa, perwakilan MURI, dan keluarga.
Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp., S.T., M.Kes., (Prof. Qoqom) merupakan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat termuda di Indonesia. Di usianya yang ke-36 tahun, Prof. Qoqom juga menyandang predikat sebagai Guru Besar termuda di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur. Pada kesempatan ini Prof. Qoqom mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Pada acara pengukuhan ini, beliau menyampaikan Orasi Ilmiah dengan judul “Peran Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Wujudkan Sistem Budaya K3 dalam Mencegah Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) sebagai Langkah Mencapai Stabilitas Usaha”.
Mengawali paparan orasi ilmiahnya dijelaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya untuk menciptakan suasana kerja yang aman, nyaman, dan tujuan akhirnya adalah menciptakan produktivitas setinggi – tingginya. K3 mutlak untuk dilaksanakan pada setiap jenis bidang pekerjaan tanpa kecuali. Pelaksanaan K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Budaya K3 kesehatan kerja adalah suatu kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi, atau rasa sakit yang disebabkan lingkungan kerja. Kesehatan kerja (Occupational Health) merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan dengan faktor potensial yang mempengaruhi kesehatan pekerja. Nilai budaya kerja mencerminkan keinginan sungguh – sungguh dan komitmen yang kuat dari karyawan untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh pihak yang berkepentingan, baik internal maupun eksternal.
Dalam hubungan dengan eksploitasi sumber daya alam Kalimantan, secara khusus dibahas kajian teori tentang toksikokinetik, debu batubara yang terpapar pada manusia akan terdeposisi (mengendap) di beberapa tempat tergantung pada diameter butiran debu. Diketahui bahwa hanya debu yang berukuran 1 mm saja yang dapat mencapai paru. Meskipun bisa mencapai paru, paparan debu tidak otomatis mengakibatkan inflamasi, karena ada mekanisme pembersihan dari lapisan murkosa. Pada alveoli metode pembersihan itu dilakukan dengan cara fagositosis oleh makrofag atau masuk dalam saluran darah, ditransfer dan dinetralisir oleh limfa.
Mengakhiri paparan orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes., menyimpulkan bahwa penerapan SMK3 merupakan salah satu kunci bagi kita untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional bahkan meningkatkannya terutama dalam menghadapi era globalisasi dengan memaksimalkan penerapannya pada setiap lini usaha. Penerapan SMK3 perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam penerapannya untuk menjamin penerapan SMK3 yang lebih intensif dan akuntabel yaitu melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Selain itu diharapkan SMK3 dapat diintegrasikan di setiap jenjang manajemen perusahaan / instansi.
Rektor Unlam, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi atas capaian karir Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes., di usianya yang sangat muda dan berharap prestasi ini dapat menginspirasi dosen lainnya. Saat ini Unlam memiliki 30 orang Guru Besar yang aktif. Walaupun masih terbilang belum memadai, Unlam saat ini tengah berlari kencang mengejar ketertinggalan defisit Guru Besar. Hal ini dibuktikan dengan target Rektor Unlam untuk memiliki 400 dosen kualifikasi S3 (Doktor) dalam 3 (tiga) tahun ke depan. Target tersebut merupakan mimpi yang cukup realistis, karena saat ini Unlam sudah memiliki Dosen kualifikasi s3 sebanyak 195 orang dan 205 dosen yang sedang melanjutkan pendidikan S3. Keberadaan guru besar akan mempercepat tercapainya visi Unlam menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing. Untuk itu rektor berjanji untuk terus berusaha mendorong dosen melakukan penelitian yang bermutu. Disampaikan bahwa pada saat ini tersedia dana Loan IDB untuk riset sebesar hampir sepuluh miliar rupiah.
Prof. Qoqom juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor indonesia (MURI) atas prestasinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat termuda di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manajer MURI, Paulus Pangka, SH.
Dalam sambutannya sebelum menyerahkan sertifikat MURI, Paulus Pangka, SH. Senior Manajer MURI atas nama Dewan Pertimbangan dan Ketua MURI menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh dosen Universitas Lambung Mangkurat. Pada kesempatan ini MURI juga menyerahkan sertifikat kepada Unlam sebagai perguruan tinggi yang memiliki Guru Besar termuda dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat di Indonesia.
Dengan pengukuhan ini, Unlam kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah pengukuhan guru besar di tanah air. Seorang profesor perempuan termuda di Indonesia bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Di lingkungan Unlam Prof. Qoqom dikenal sebagai akademisi yang berprestasi. Di tahun 2014 saja, Prof. Qoqom berhasil mempublikasikan 15 karya ilmiah yang terindeks di jurnal nasional maupun internasional.
Profil singkat
Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp., S.T., M.Kes. lahir di Lamongan, 20 April 1978, Jabatan Fungsional sebagai Guru Besar / IIId, Jabatan Struktural sebagai Kepala Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Suami, dr. Wahyudi. Ayah, H. Kastib Ikhsan dan Ibu, Sutik. Ayah Mertua, Prijono dan Ibu Mertua, Kin-kin Nur Fadhilah. Beliau mempunyai 2 orang anak, Izzati Putri Kuncoro dan Alexander Rahmat Putra Kuncoro. Pendidikan terakhir Doktor dalam bidang kesehatan Universitas Brawijaya Malang lulus tahun 2011. Beliau telah menulis 19 bahan ajar, telah mengadakan 12 penelitian, dan karya ilmiah sebanyak 30 judul.


