ULM SIAP MENGEMBANGKAN LAHAN BASAH DALAM PEMBANGUNAN HST
Banjarbaru, sebagai Universitas yang mempunyai visi, terdepan dan berdaya saing di lahan basah, maka Universitas Lambung Mangkurat harus mengambil peran agar kajian mengenai lahan basah termasuk di dalam lahan rawa atau gambut, sehingga ULM benar-benar menjadi rujukan bagi siapapun yang memerlukan informasi tentang lahan basah. Maka dari itu, Program Pascasarjana ULM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengadakan Workshop dan Seminar Nasional dengan tema Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Basah atau Gambut Tanpa Sawit, Kamis (13/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mencari model sebagai solusi alternative pemanfaatan lahan untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat yang lestari. Acara yang berlangsung di Ballroom hotel Rodhita Banjarbaru ini dihadiri oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah Drs. H. A. Chairiansyah, mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Riset dan Teknologi Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS, Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Ariffin, M.Sc dan Ketua Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, MS, serta peserta workshop dan seminar nasional.
Workshop kali ini juga mengundang narasumber dari Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Restorasi Gambut. Untuk mengetahui program-program apa yang tersedia di kementerian yang dapat diaplikasikan di HST, dan didukung juga oleh akademisi dari Universitas Sriwijaya yang telah berpengalaman dalam mengelola lahan basah atau Gambut. Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, menyampaikan, kegiatan ini untuk membantu program program pengembangan masyarakat berbasis pertanian dengan menghindari eksploitasi berlebihan terhadap lingkungan. Karena di Kabupaten HST sendiri hampir 70 persen terdiri dari rawa dan apabila terus di eksploitasi seperti sawit, dan pertambangan maka dampak kerusakan yang terjadi akan semakin besar.
ULM memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten HST, dan ULM sendiri akan memberikan pemikiran bagaimana caranya agar pembangunan di HST juga berkembang pesat walaupun tidak menanam sawit dan menambang. Diharapkan dari kegiatan workshop ini akan terbangun percontohan pertanian organik secara terpadu di lahan basah, sehingga perekonomian masyarakat akan berkembang dan berkelanjutan, yang dimotori oleh akademisi Universitas Lambung Mangkurat dan diarahkan oleh Program Pascasarjana, serta dibiayai oleh Pemkab, Pusat, dan/atau BRG. (Humas ULM/Udiansyah)

