SUMUR BOR SOLUSI KEBAKARAN DAERAH GAMBUT
Kegiatan awal Ground Breaking Pembuatan Sumur Bor Dalam (Deep Well) oleh Wetland Internasional Indonesia yang berkerjasama dengan beberapa pihak yaitu Pusat Studi Kebencananaan Universitas Lambung Mangkurat-LPPM ULM dengan asistensi supervisi oleh pihak Universitas Palangka Raya, Badan Restorasi Gambut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan BPPD Kota Banjarbaru. Kegiatan ini dihadiri Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Wakil Rektor III Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc, Ketua DPRD Banjarbaru, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Banjarbaru, Perwakilan Weatland Internasional Indonesia, rombongan Universitas Palangkaraya, BPPD Kota Banjarbaru, Camat, Lurah se-kota Banjarbaru serta SKPD terkait. Proyek pembuatan sumur bor ini bertujuan untuk menanggulangi dan mencegah potensi kebakaran hutan/ lahan gambut pada musim kemarau, sebanyak 50 unit sumur bor yang akan dibangun di kota Banjarbaru meliputi Kelurahan Guntung Payung sebanyak 30 unit dan Kelurahan Syamsuddin Noor sebanyak 20 unit.
Dalam sambutannya Wakil Rektor III ULM selaku perwakilan pihak Universitas Lambung Mangkurat-LPPM ULM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kerjasama yang baik dalam penanggulangan bencana kebakaran lahan karena melibatkan berbagai pihak-pihak terkait termasuk masyarakat sekitar, hal ini menunjukkan bahwa adanya keseriusan dan kepedulian dari pemerintah dan masyarakat dalam menanggapi isu kebakaran lahan gambut, diharapkan sumur bor yang dibangun dapat berfungsi sebagaimana tujuan awalnya dibangun dan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat sehingga dapat termaksimalkan secara fungsional.
Sebelumnya,Selasa (06/09) terlebih dahulu dilakukan Pelatihan Pembuatan Sumur Bor yang bertempat di kantor Kelurahan Guntung Payung. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada mayarakat mengenai lahan gambut secara umum beserta potensinya, indikasi kebakaran di lahan gambut, dan mengenai pembuatan sumur bor di lahan gambut, yang secara langsung disampaikan oleh dosen Universitas Palangkaraya Drs. Ir. Aswin Usup, M.Sc. Dengan adanya kegiatan edukatif tersebut diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai lahan gambut dan pengelolaan sumur bor bertambah dan mengimplementasikannya dengan baik. (Humas ULM/Rosalin)

